Hadapi Bonus Demografi, Kemenaker Terus Lakukan Pelatihan Vokasi
Jumat, 22 Oktober 2021 | 22:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menegaskan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus meningkatkan kompetensi pencari kerja. Peningkatan dilakukan melalui berbagai pelatihan vokasi baik yang dilakukan pemerintah maupun swasta.
"Peningkatan kompetensi calon pekerja ini yang sedang kita lakukan," ucap Menaker saat menerima audiensi PT Grab Teknologi Indonesia secara virtual, Jumat (22/10/2021).
Ida menjelaskan, pihaknya gencar melakukan peningkatan kompetensi calon pekerja, mengingat dalam profil ketenagakerjaan Indonesia didominasi pencari kerja yang berpendidikan SMP ke bawah dan skill terbatas, yang pada akhirnya produktivitasnya pun terbatas.
"Ini pekerjaan terberat kita. Padahal kita akan punya bonus demografi, yakni usia produktifnya dominan 70 persen, dan menjadi tidak baik kalau tidak diikuti oleh kompetensi yang belum memiliki daya saing," ujarnya.
Menurutnya, pelatihan vokasi dipilih karena pemerintah tidak bisa memaksakan orang yang bukan lagi usia kerja untuk kembali mengikuti pendidikan vokasi atau pendidikan formal.
Ia mengatakan, upaya Kemenaker dalam mewujudkan pencari kerja yang kompeten dengan cara menggencarkan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas di tengah-tengah masyarakat.
"Ini sebagai upaya mendekatkan akses pelatihan kepada masyarakat," ucapnya.
Untuk itu, sambungnya, sejak 2017 hingga 2020, Kemnaker telah membangun 2.127 BLK Komunitas yang melatih masyarakat dengan berbagai kejuruan dan program pelatihan.
Sedangkan dari sisi kualitas, pihaknya telah mengembangkan program kejuruan di BLK Komunitas menjadi 24 program kejuruan. Selain itu, BLK Komunitas juga didorong untuk bekerja sama dengan industri setempat.
"Sehingga pelatihan vokasi yang diselenggarakan di BLK Komunitas memiliki relevansi dengan kebutuhan industri setempat," ucapnya.
Penyiapan Lapangan Kerja
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, salah satu masalah yang dihadapi Indonesia untuk menyongsong era bonus demografi tahun 2045 adalah soal penyiapan lapangan kerja.
Sebab, kata dia, saat ini Indonesia masih menanggung sebanyak 9 juta pengangguran dan menampung 1,9 juta lulusan yang akan memasuki dunia kerja.
"Inilah problem besar yang harus dihadapi Indonesia, bagaimana kita bisa menyiapkan lapangan kerja sebanyak-banyaknya yang memberikan kesempatan usia produktif betul-betul bisa bekerja secara produktif," kata Muhadjir.
Muhadjir mengatakan, sekarang sudah saatnya menghitung sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia.
Menurut Muhadjir, angkatan kerja Indonesia diperkirakan ada sekitar 140 juta angkatan kerja. Dari jumlah tersebut, ada 131 juta yang sudah mendapatkan pekerjaan dan 9 juta lainnya mencari kerja atau dalam keadaan pengangguran terutama akibat pandemi Covid-19.
Sementara itu, kata dia, lulusan sekolah SMA-SMK setiap tahunnya sekitar 3,8 juta per tahun, sekitar 1,9 juta yang masuk perguruan tinggi, sisanya mencari pekerjaan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




