ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Job Fair Bekasi Membeludak, Rieke Diah Pitaloka: Miris dan Prihatin

Sabtu, 31 Mei 2025 | 11:34 WIB
MP
HH
Penulis: Maria Gabrielle Putrinda | Editor: HP
Job fair yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi di President University Convention Center, Jababeka, Cikarang Utara, Selasa, 27 Mei 2025.
Job fair yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi di President University Convention Center, Jababeka, Cikarang Utara, Selasa, 27 Mei 2025. (Beritasatu.com/Eka Jaya Saputra)

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi dunia ketenagakerjaan di Indonesia, menyusul membeludaknya pengunjung job fair di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dalam unggahan Instagram yang dikutip Sabtu (31/5/2025), Rieke menyebut sekitar 25.000 pencari kerja memadati job fair yang hanya menyediakan 3.000 lowongan pekerjaan. Kepadatan itu bahkan menyebabkan kericuhan dan korban pingsan.

“Anak-anak kita berdesakan, saling injak, bahkan sampai baku hantam. Saya sedih sekali melihat ini,” tulis Rieke.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, situasi ini mencerminkan persoalan ketenagakerjaan yang mendesak, khususnya bagi lulusan baru SMA dan SMK.

Dia membeberkan, pada tahun 2025, jumlah lulusan SMA dan SMK di Jawa Barat mencapai 618.180 orang, dan diperkirakan meningkat menjadi 634.624 orang pada 2026.

Kondisi ini diperparah dengan jumlah lowongan yang sangat terbatas, sebagaimana yang terlihat di job fair Bekasi, sehingga persaingan semakin ketat dan berpotensi memicu masalah sosial.

“Pertanyaannya, setelah SMA/SMK, anak-anak ini mau ke mana?” kata Rieke.

“Kita sering dengar soal ‘Indonesia Emas’ dan ‘bonus demografi’, tetapi tanpa manajemen yang baik, ini bisa berubah jadi bencana demografi," tambahnya.

Rieke Diah Pitaloka menggarisbawahi pentingnya sistem pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri.

Dia menyatakan mendukung pemerintah dan Komisi X DPR dalam menyusun kebijakan pendidikan vokasi yang menyatu dengan ekosistem dunia kerja.

“Sudah saatnya pendidikan dan industri saling terhubung. Anak-anak dari SMK, D3, D4, dan perguruan tinggi harus disiapkan jadi tenaga kerja terampil yang siap masuk ke industri,” tegasnya.

Dia mengingatkan bahwa generasi produktif Indonesia harus diberdayakan, bukan dibiarkan terpinggirkan karena minimnya akses terhadap lapangan kerja yang layak, terutama di momentum job fair Bekasi yang menjadi cermin nyata persoalan ketenagakerjaan nasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenaker Evaluasi Job Fair di Bekasi, Pelaksanaan Akan Diperketat

Kemenaker Evaluasi Job Fair di Bekasi, Pelaksanaan Akan Diperketat

EKONOMI
Job Fair Bekasi Ricuh, Cerminan Sulitnya Cari Kerja di Indonesia

Job Fair Bekasi Ricuh, Cerminan Sulitnya Cari Kerja di Indonesia

NASIONAL
Job Fair di Kabupaten Bekasi Ricuh karena Rebutan Scan QR

Job Fair di Kabupaten Bekasi Ricuh karena Rebutan Scan QR

JAWA BARAT
25.000 Pencari Kerja Serbu Job Fair Bekasi, Banyak yang Pingsan

25.000 Pencari Kerja Serbu Job Fair Bekasi, Banyak yang Pingsan

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon