ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

RCID Jadi Tonggak Penting Presidensi Indonesia pada G-20

Selasa, 9 November 2021 | 05:31 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com - Konferensi Regional Pembangunan Industri atau Regional Conference on Industrial Development (RCID)  akan dilaksanakan untuk kedua kalinya pada 10-11 November 2021 di Jakarta. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Organisasi Pembangunan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Industrial Development Organization/UNIDO) kembali menggelar konferensi yang diikuti negara-negara di Asia Pasifik, dengan tema "Percepatan Industri 4.0 untuk Industrialisasi yang Inklusif dan Berkelanjutan".

"Penyelenggaraan RCID ke-2 akan menjadi tonggak penting menuju persiapan diskusi G-20 yang akan berlangsung pada tahun 2022 di bawah kepresidenan Indonesia," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita kepada media dalam media briefing jelang pelaksanaan RCID di Jakarta, Senin (8/11/2021).

Penyelenggaraan konferensi ini mengawali persiapan pertemuan Trade Industry and Investment Working Group (TIIWG) G-20 yang akan berlangsung pada 2022 sebagai rangkaian dari presidensi Indonesia di G-20 bertema "Recover Together, Recover Stronger". "RCID ke-2 dikemas sebagai forum pendahuluan untuk membahas isu prioritas sekitar industri dan mendapatkan masukan dari negara-negara Asia Pasifik anggota UNIDO, yang kemudian akan diangkat pada pertemuan TIIWG dalam Presidensi G-20 Indonesia pada tahun 2022 tersebut," jelas Menperin.

Penyelenggaraan RCID ke-2 fokus pada tantangan dan peluang penerapan industri 4.0 di Asia Pasifik pada masa pandemi Covid-19. Tujuannya untuk saling bertukar wawasan dan pengalaman dalam upaya mempercepat pemulihan sektor industri dan ekonomi di kawasan melalui penerapan Industri 4.0. "Melalui RCID, Indonesia berupaya membina kerja sama di Asia Pasifik untuk penerapan dan pemanfaatan Industri 4.0 untuk pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan atau Inclusive and Sustainable Industrial Development (ISID) di masa pandemi Covid-19," lanjut Menperin.

ADVERTISEMENT

Ada empat tema besar yang akan diangkat dalam konferensi ini, yaitu peningkatan partisipasi Industri Kecil Menengah (IKM) pada rantai pasok global atau global value chains (GVC), penguatan sumber daya manusia (SDM), strategi transisi industri menuju industri hijau dan ekonomi sirkular, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.

RCID ke-2 akan mengundang pejabat tinggi di bidang perindustrian dari 26 negara anggota UNIDO dan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo. "Konferensi ini sangat penting untuk diikuti, tidak hanya oleh para pelaku usaha, aparatur institusi/lembaga pemerintah, dan akademisi, tetapi juga masyarakat. Hal ini agar berbagai elemen yang ada dapat saling mendukung untuk mempercepat penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0 sekaligus akselerasi pemulihan ekonomi Indonesia," pungkas Menperin.

Pada kesempatan yang sama, UNIDO’s Representative for Indonesia and Timor Leste, Esam Odeh Saoud Alqararah menyampaikan, UNIDO bangga dan merasa terhormat dapat bermitra dengan Pemerintah Indonesia untuk Konferensi Regional kedua tentang pengembangan industri dengan tema "Akselerasi Industri 4.0 untuk industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan. "RCID ke-2 merupakan kelanjutan dari kerja sama yang sukses dan jangka panjang antara UNIDO dan Indonesia, yang bertujuan mendukung industrialisasi inklusif dan berkelanjutan di dalam negeri serta di seluruh kawasan Asia dan Pasifik," paparnya.

Menurut Esam, pada konferensi kedua ini, UNIDO bertujuan untuk lebih mempromosikan kerja sama global dan regional dalam rangka membantu menuai manfaat dari penerapan industri 4.0. "Konferensi ini akan memainkan peran penting untuk mempercepat pemulihan industri pascapandemi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Asia dan Pasifik," tuturnya.

UNIDO berharap konferensi kedua ini dapat berkontribusi pada penguatan kerja sama regional di Asia-Pasifik untuk mempercepat adopsi teknologi industri 4.0 dalam mendukung pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan serta Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto mengemukakan, di sela gelaran RCID ke-2 ini, akan dilakukan penandatanganan Indonesia-UNIDO Country Programme (IUCP) 2021-2025 antara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Director General of UNIDO, Li Yong secara virtual.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AISI Tunggu Keputusan Subsidi Motor Listrik, Skema Masih Dikaji

AISI Tunggu Keputusan Subsidi Motor Listrik, Skema Masih Dikaji

OTOTEKNO
Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp 5 Juta mulai Tahun Ini

Purbaya Usulkan Insentif Motor Listrik Rp 5 Juta mulai Tahun Ini

EKONOMI
Menperin Tetapkan SBIN sebagai Arah Kebijakan Pembangunan Industri

Menperin Tetapkan SBIN sebagai Arah Kebijakan Pembangunan Industri

EKONOMI
1 Tahun Prabowo-Gibran, Pertumbuhan Subsektor Industri Tumbuh Solid

1 Tahun Prabowo-Gibran, Pertumbuhan Subsektor Industri Tumbuh Solid

EKONOMI
Menperin Siapkan Regulasi Antisipasi Isu Radiasi Cs-137 di Cikande

Menperin Siapkan Regulasi Antisipasi Isu Radiasi Cs-137 di Cikande

EKONOMI
Pemerintah Targetkan 2 Kali Lipat Produk TKDN Masuk E-Katalog

Pemerintah Targetkan 2 Kali Lipat Produk TKDN Masuk E-Katalog

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon