ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pasokan Beras dari Bengkulu Berkurang

Selasa, 25 Desember 2012 | 09:05 WIB
AB
B
Penulis: Antara/ Whisnu Bagus | Editor: B1
Nasi yang dihasilkan oleh beras khusus untuk manula
Nasi yang dihasilkan oleh beras khusus untuk manula (MNN)
Harga beras pekan ini merangkak naik antara Rp100-Rp400 per kilogram (kg). 

Pasokan beras dari luar Bengkulu terutama dari Lampung dan wilayah Sumatera Selatan sepekan terakhir berkurang.
 
Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Kota Bengkulu Rahmansyah, mengatakan, meski pasokan dari provinsi tetangga berkurang, namun stok baik pada tingkat distributor maupun gudang Bulog Bengkulu cukup banyak.
 
"Dengan demikian masyarakat tak perlu khawatir, apalagi tanaman padi petani lokal ada saja yang paneni," ujar di Bengkulu , Selasa (25/12).
 
Berdasarkan pantauan di beberapa pusat perbelanjaan di Kota Bengkulu, harga beras pekan ini merangkak naik antara Rp100-Rp400 per kilogram (kg). 
 
Harga beras yang naik itu juga terjadi pada jenis medium dan beras lokal yaitu dari Rp7.800 per kg naik menjadi Rp7.900 per kg bahkan ada yang sudah menjual Rp8.000 per kg. "Sedangkan harga beras kualitas super rata-rata di atas Rp10.200 per kg antara lain jenis paten, rojo lele dan tiga koki, ujarnya.
 
Seorang pedagang beras di Kota Bengkulu Indro mengatakan, pihaknya setiap minggu masih mendapat pasokan beras dari sentra produksi di Seginim, Kabupaten Bengkulu Selatan, namun jumlahnya turun dari sebelumnya.

Humas Bulog Bengkulu Riswan dihubungi mengatakan, stok beras yang ada sekrang sekitar 8.000 ton dan dalam waktu dekat akan masuk dari Jawa Timur sebanyak 3.000 ton.
 
Dengan stok sebanyak itu akan mencukupi kebutuhan 1,9 juta warga Bengkulu tiga bula ke depan termasuk beras untuk batuan warga miskin (raskin), katanya.     
 
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon