The Fed Beri Sinyal Agresif, Wall Street Ditutup Melemah
Rabu, 6 April 2022 | 05:20 WIB
Saham teknologi termasuk di antara top losers terbesar hari ini. Saham cip berkontribusi terhadap penurunan, di mana Nvidia turun 5,2% dan AMD kehilangan lebih dari 3%. Saham teknologi paling dirugikan oleh kebijakan agresif the Fed karena investor mengurangi risiko dan membeli saham dengan keuntungan stabil.
Sementara itu, sektor-sektor seperti utilitas dan perawatan kesehatan bergerak lebih tinggi pada hari Selasa, dengan produsen obat Johnson & Johnson dan Pfizer naik tipis bersama dengan bahan pokok seperti Procter & Gamble dan Walmart. Saham kapal pesiar Karnaval dan Norwegian Cruise Line masing-masing bertambah lebih dari 2% dan 1%.
Imbal hasil Treasury 10-tahun melonjak menjadi 2,56% dan mencapai level tertinggi sejak Mei 2019.
Kekhawatiran resesi terus membayangi sentimen investor pada hari Selasa. Deutsche Bank menjadi bank besar pertama di Wall Street yang memperkirakan resesi AS karena The Fed semakin agresif melawan inflasi.
"Ekonomi AS diperkirakan akan mendapat pukulan besar dari pengetatan ekstra Fed pada akhir tahun depan dan awal 2024," kata ekonom Deutsche Bank, Selasa. "Kami melihat dua kuartal pertumbuhan negatif dan kenaikan lebih dari 1,5% poin dalam tingkat pengangguran AS, perkembangan yang jelas memenuhi syarat sebagai resesi, meskipun moderat."
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




