The Fed Beri Sinyal Agresif, Wall Street Ditutup Melemah
Rabu, 6 April 2022 | 05:20 WIB
New York, Beritasatu.com - Wall Street jatuh pada hari Selasa (5/4/2022) setelah Gubernur Federal Reserve Lael Brainard mengindikasikan bank sentral AS bisa mengambil pendekatan yang lebih agresif dalam pengetatan kebijakannya.
Nasdaq Composite turun 2,26% menjadi 14.204,17. Dow Jones Industrial Average kehilangan 280,7 poin, atau 0,8%, ditutup pada 34.641,18. S&P 500 turun 1,26% menjadi 4.525,12 setelah membukukan kenaikan dua hari berturut-turut.
Gubernur Fed Lael Brainard mengatakan pada hari Selasa bahwa bank sentral dapat mulai mengurangi neraca secepatnya setelah Mei dan akan melakukannya dengan "cepat."
"Saat ini, inflasi terlalu tinggi dan memiliki risiko upside. Komite (FOMC) siap untuk mengambil tindakan yang lebih kuat jika indikator inflasi dan ekspektasi inflasi menunjukkan bahwa tindakan tersebut diperlukan," kata Brainard, Selasa (5/4/2022) waktu setempat.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat Ikuti Pergerakan Wall Street
Dia juga menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga bisa dilakukan lebih agresif dari kenaikan 0,25 poin persentase yang lebih umum.
The Fed telah menyetujui satu kenaikan suku bunga 0,25% pada pertemuan Maret, yang pertama dalam lebih dari tiga tahun dan kemungkinan salah satu dari sekian kali yang akan terjadi tahun ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




