Ekspor CPO Dilarang, DMSI Optimistis Target Ekspor Masih Bisa Tercapai
Kamis, 28 April 2022 | 20:43 WIB
Sahat menambahkan, stearin yang merupakan hasil samping dari proses pengolahan RBD palm olein juga sangat dibutuhkan di pasar global. Para "champion" di industri sawit juga diyakini sudah tahu apa yang harus dikerjakan, sehingga mereka terlihat tenang-tenang saja dengan adanya kebijakan pelarangan ekspor ini.
Sahat juga memprediksi pasokan minyak goreng curah subsidi dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter akan membanjiri pasar pada Mei 2022 nanti atau setelah Lebaran. Sehingga nantinya kebijakan pelarangan ekspor minyak sawit mentah atau CPO dan produk olahannya bisa cabut.
Baca Juga: Pelarangan Ekspor CPO Momentum Perbaikan Tata Niaga Migor
"Masalahnya itu kemarin bukan di pasokan minyak goreng. Produsen diminta mengeluarkan minyak goreng curah dengan HET ke pasar, itu mereka tidak punya keahlian, sehingga beberapa hal terjadi kelambatan. Namun di April kemarin, di Simirah (sistem informasi minyak goreng curah) dari target 191.600 ton yang harus dipenuhi, hampir 98% sudah terpenuhi. Namin di pasar masih langka, ini yang jadi isu. Namun dengan regulasi yang sekarang, dengan diterjunkannya Bulog dan ID Food untuk menjembatani alur produk dari produsen ke konsumen, saya kira itu akan berhasil. Tidak perlu lama-lama, kemungkinan setelah Lebaran sudah pasti tercapai membanjiri pasar," kata Sahat yang juga Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




