ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Produsen Terbesar, Kementan Yakin Sawit RI Ramah Lingkungan

Jumat, 24 April 2026 | 14:05 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi petani memanen kelapa sawit yang merupakan bahan baku CPO.
Ilustrasi petani memanen kelapa sawit yang merupakan bahan baku CPO. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa industri kelapa sawit di Indonesia telah menerapkan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan sesuai tuntutan pasar global terhadap komoditas perkebunan tersebut.

Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementan, Kuntoro Boga Andri, menyatakan bahwa lahan sawit bukan merupakan bentuk deforestasi karena pelaku industri wajib memiliki sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 33 Tahun 2025.

“Sebagai produsen sawit terbesar dunia, pada dasarnya kita memiliki nilai keberlanjutan yang sama secara universal. Sawit ramah terhadap lingkungan yang kita pijaki dan memberikan dampak positif pada lingkungan dan keberlanjutan,” ujar Kuntoro dilansir dari Antara, Jumat (24/4/2026).

Ia menyebutkan, sawit memiliki kontribusi besar terhadap sektor energi dan pangan, termasuk rencana penerapan program B50, yaitu campuran 50% minyak sawit untuk bahan bakar nabati atau biofuel pada Juli 2025.

ADVERTISEMENT

Dalam konteks global, Kuntoro menyebut Indonesia menyumbang sekitar 62% pasokan sawit dunia dan lebih dari 54% kebutuhan minyak nabati global. Hal ini didukung oleh produktivitas sawit yang dinilai 5%–10% lebih tinggi dibandingkan minyak nabati lainnya.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan, luas areal kelapa sawit Indonesia mencapai 16,83 juta hektare pada 2025–2026.

Selain menjadi penyumbang devisa nonmigas terbesar dengan nilai sekitar Rp 440 triliun pada 2024, industri sawit juga menyerap sekitar 16 juta tenaga kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan.

“Jadi sawit merupakan komoditas strategis nasional yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia, tidak hanya pangan tetapi juga energi,” ujarnya dalam forum 1st International Environment Forum 2026: Sawit Merusak Lingkungan?

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) Musdhalifah Machmud menilai berbagai tuduhan terhadap industri kelapa sawit kerap tidak disertai pemahaman yang utuh dan berbasis data.

Ia mengutip data World Wide Fund for Nature United Kingdom yang menyebutkan bahwa perkebunan kelapa sawit dunia hanya menggunakan sekitar 6%–11% lahan dari total produksi minyak nabati global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Minta Harga Sawit Berpihak kepada Petani

Prabowo Minta Harga Sawit Berpihak kepada Petani

EKONOMI
Tugas Khusus Presiden Prabowo untuk Mentan: Bela 15 Juta Petani Sawit

Tugas Khusus Presiden Prabowo untuk Mentan: Bela 15 Juta Petani Sawit

EKONOMI
Mentan: Presiden Prabowo Minta Harga TBS Sawit Naik 10 Persen

Mentan: Presiden Prabowo Minta Harga TBS Sawit Naik 10 Persen

EKONOMI
Satgas Pangan Duga Ada Kartel TBS Sawit di Tengah Kenaikan Harga CPO

Satgas Pangan Duga Ada Kartel TBS Sawit di Tengah Kenaikan Harga CPO

EKONOMI
Mentan Bakal Tindak 300 Perusahaan yang Belum Naikkan Harga TBS

Mentan Bakal Tindak 300 Perusahaan yang Belum Naikkan Harga TBS

EKONOMI
PT DSI dan Ekspor Satu Pintu SDA RI: Cara Kerja, Tahapan, dan Dampak

PT DSI dan Ekspor Satu Pintu SDA RI: Cara Kerja, Tahapan, dan Dampak

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon