ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Prabowo Minta Harga Sawit Berpihak kepada Petani

Kamis, 18 Juni 2026 | 18:43 WIB
CS
MK
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: MBK
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (Beritasatu.com/Celvin Moniaga Sipahutar)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto meminta harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani disesuaikan dengan kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia.

Arahan tersebut diberikan agar petani sawit turut merasakan manfaat dari penguatan harga komoditas global.

"Bapak Presiden arahkan harus berpihak kepada petani plasma sawit," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman selepas menghadap Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Amran menjelaskan pemerintah menemukan adanya anomali dalam pembentukan harga TBS di tingkat petani. Ia menyebut harga CPO global dan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat, tetapi harga TBS di tingkat petani justru mengalami penurunan.

ADVERTISEMENT

Menurut Amran, penurunan harga sawit berdampak terhadap sekitar 15 juta petani sehingga perlu segera ditangani untuk menjaga pendapatan masyarakat.

"Dengan seluruh keluarganya, petani sawit yang terdampak diperkirakan mencapai 30 juta orang," ujarnya.

Untuk menindaklanjuti persoalan tersebut, Amran menyebut pihaknya telah mengumpulkan ratusan pelaku usaha sawit dari berbagai daerah.

Kementerian Pertanian juga telah mengirimkan surat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membantu pengawasan dan penanganan terhadap perusahaan yang belum menyesuaikan harga TBS. Surat tersebut juga ditembuskan kepada jajaran kepolisian daerah dan direktorat reserse kriminal khusus di masing-masing wilayah.

Amran mengatakan dari sekitar 1.900 pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi, awalnya tercatat 274 perusahaan belum melakukan penyesuaian harga TBS sesuai perkembangan harga CPO. Setelah langkah-langkah penanganan dilakukan, kini tinggal sekitar 100 perusahaan atau 5%-10% yang belum melakukan penyesuaian harga.

"Yang masih belum ada kurang lebih 100 perusahaan, sekitar 5%-10%. Sebanyak 90% sudah kembali seperti semula," ungkap Amran.

Lebih lanjut, Amran optimistis pemulihan harga TBS di tingkat petani akan terus berlanjut dalam waktu dekat. Ia juga berharap ke depan tata kelola sawit dapat semakin baik melalui badan usaha milik negara (BUMN) ekspor, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Menurutnya, skema ekspor satu pintu dapat meningkatkan kesejahteraan petani sawit sekaligus menutup potensi kebocoran dalam rantai perdagangan komoditas tersebut.

"Kami yakin satu minggu ke depan harga TBS sudah pulih kembali dan Insyaallah ke depan dengan BUMN ekspor satu pintu ini, harga TBS akan lebih baik," pungkas Amran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mentan Temukan 130 Perusahaan Sawit Belum Naikkan Harga TBS

Mentan Temukan 130 Perusahaan Sawit Belum Naikkan Harga TBS

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon