OJK Pede Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga
Rabu, 29 Juni 2022 | 18:43 WIB
Di tengah perkembangan tersebut, pasar saham Indonesia terpantau terkoreksi. Terkoreksinya pasar saham Indonesia seiring dengan capital outflow di mayoritas negara berkembang sebagai bentuk risk off investor merespons peningkatan suku bunga acuan The Fed 75 bps pada Juni 2022.
Hingga 24 Juni 2022, IHSG tercatat melemah 1,5% mtd ke level 7.043 dengan nonresiden mencatatkan outflow Rp3,59 triliun. Sementara di pasar SBN, nonresiden mencatatkan outflow Rp 12,4 triliun sehingga mendorong rerata yield SBN naik 5,2 bps mtd pada seluruh tenor. Penghimpunan dana di pasar modal hingga 28 Juni 2022 tercatat Rp102,9 triliun, dengan emiten baru tercatat sebanyak 22 emiten.
Baca Juga: OJK Isyaratkan Blibli Segera Catatkan Saham di BEI
Sementara itu, OJK juga mencatat profil risiko lembaga jasa keuangan pada Mei 2022 masih terjaga dengan rasio NPL net perbankan tercatat 0,85% (NPL gross 3,04%) dan rasio NPF Perusahaan Pembiayaan tercatat 2,8%.
Selain itu, nilai restrukturisasi kredit Covid-19 semakin mengecil di Mei 2022 tercatat Rp596,25 triliun (April 2022: Rp 606,39 triliun). OJK juga mencatat jumlah debitur restrukturisasi Covid-19 juga menurun dari 3,26 juta debitur pada April 2022 menjadi 3,13 juta debitur pada Mei 2022. Sementara itu, posisi Devisa Neto (PDN) Mei 2022 tercatat 1,47% atau berada jauh di bawah threshold 20%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




