Laba BCA Melonjak 24,9%, Kredit Ditarget Tumbuh Double Digit
Rabu, 27 Juli 2022 | 16:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Central Asia (Persero) Tbk (BBCA) atau BCA berhasil mencatatkan pertumbuhan positif pada semester I 2021. Hal ini terefleksikan dengan tumbuhnya laba BCA sebesar 24,9% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 18 triliun, dari sebelumnya Rp 14,5 triliun.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, tingginya pertumbuhan laba selaras dengan kenaikan pertumbuhan kredit. Pada enam bulan pertama tahun 2022 kredit tumbuh 13,8% atau sebesar Rp 38,2 triliun menjadi Rp 675,4 triliun. Pencapaian itu menjadi rekor pertumbuhan kredit tertinggi sepanjang kuartalan.
"Kami melihat permintaan kredit modal kerja yang kuat menjelang Hari Raya Idulfitri dan minat konsumer yang membaik. KPR (kredit kepemilikan rumah) dan KKB (kredit kendaraan bermotor) juga meningkat selama BCA Expoversary 2022 yang pencapaiannya melebihi rata-rata event tahun lalu," ujar dia dalam paparan kinerja BCA semester I 2022, Rabu (27/7/2022).
Baca Juga: Digitalisasi Perbankan, Ini yang Dilakukan BCA
BCA juga membukukan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) selama semester I 2022, yakni naik 5,3% YoY menjadi Rp 29,8 triliun. Pendapatan selain bunga tumbuh 8,9% YoY menjadi Rp 11,1 triliun, ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 15,0% YoY.
Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp 40,9 triliun atau naik 6,3% YoY. Seiring dengan peningkatan kualitas aset, biaya provisi tercatat turun Rp 2,8 triliun dibandingkan tahun lalu. "Didukung oleh pencapaian-pencapaian positif tersebut, laba bersih BCA naik 24,9% YoY menjadi Rp 18 triliun," sebut Jahja.
Kredit Ditarget Naik Double Digit
BCA menargetkan pertumbuhan kredit double digit pada 2022 sejalan mobilitas masyarakat yang sudah back to normal dalam situasi Covid-19.
"Di semester II kredit akan lebih bergairah. Di kuartal II biasanya kredit meningkat cukup besar karena Lebaran, permintaannya bisa 60%-70% dari 1 tahun, tetapi cycle-nya selalu pada kuartal III-IV biasanya meningkat dan diharapkan di semester II pasti akan meningkat. Jadi, kita merubah sedikit (rencana bisnis bank/RBB) untuk menunjukkan optimistis kita dari tadinya (pertumbuhan kredit) 8% sekarang ke arah 10% supaya lebih optimis," katanya dalam paparan kinerja BCA semester II-2022, Rabu (27/7/2022).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




