ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

DAI Ungkap Sejumlah Kendala Penetrasi Asuransi Masih Rendah

Selasa, 25 Oktober 2022 | 14:05 WIB
PA
FH
Penulis: Prisma Ardianto | Editor: FER
Ilustrasi asuransi.
Ilustrasi asuransi. (Dok)

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Asuransi Indonesia (DAI), didukung sejumlah asosiasi anggota perusahaan asuransi kembali menyelenggarakan puncak Hari Asuransi 2022 secara off air yang diadakan di Senayan Park, Pulau 1, Jakarta. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi industri untuk lebih gencar memberikan sosialisasi mengenai pentingnya perlindungan diri melalui asuransi.

Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Tatang Nurhidayat mengatakan, hari asuransi yang dirayakan dari tahun ke tahun, tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya berasuransi.

"Pentingnya berasuransi, perlu terus digalakan karena pemahaman serta akses masyarakat terhadap produk dan jasa asuransi masih rendah, sementara asuransi sangat berguna untuk proteksi diri, keluarga dan juga merupakan perencanaan keuangan jangka panjang yang kemungkinan diperlukan sewaktu-waktu," ujar Tatang, di Jakarta, Selasa (25/10/2022).

Tatang menyampaikan, jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 275 juta jiwa merupakan pasar potensial bagi industri asuransi. Terlebih, bila mengingat pertumbuhan kelas menengah di Indonesia terus tumbuh, sementara penetrasi asuransi masih sangat rendah.

ADVERTISEMENT

"Dengan jumlah penduduk yang sangat besar yakni lebih dari 275 juta jiwa, sementara penetrasi asuransi yang masih rendah, hal ini merupakan peluang bagi industri asuransi untuk terus meningkatkan edukasi dan literasi asuransi kepada masyarakat," tuturnya.

Menurut Tatang, pelaku industri asuransi perlu menetapkan strategi dan pemanfaatan teknologi informasi (TI) serta mitigasinya, dalam upaya edukasi dan literasi mengenai asuransi kepada masyarakat Indonesia. "Hal itu perlu dilakukan agar masyarakat mengetahui pentingnya berasuransi serta paham produk-produk asuransi yang ada," imbuhnya.

Tatang menambahkan, tingkat pendidikan, kesadaran dan pendapatan yang rendah, masih memengaruhi minat masyarakat dalam berasuransi.

"Selain itu, kondisi wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan, turut memperlambat percepatan penetrasi asuransi kepada masyarakat dan merupakan tantangan tersendiri bagi industri asuransi," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Terapkan QR Code untuk Cek Legalitas Pialang Asuransi

OJK Terapkan QR Code untuk Cek Legalitas Pialang Asuransi

EKONOMI
Lindungi Nasabah, LPS Siapkan Program Penjaminan Polis Asuransi

Lindungi Nasabah, LPS Siapkan Program Penjaminan Polis Asuransi

EKONOMI
OJK Perpanjang Implementasi SLIK Asuransi hingga 2027

OJK Perpanjang Implementasi SLIK Asuransi hingga 2027

EKONOMI
Wujudkan Kepedulian Kesehatan Lewat Donor Darah, Mini MCU, dan Breast Cancer Screening

Wujudkan Kepedulian Kesehatan Lewat Donor Darah, Mini MCU, dan Breast Cancer Screening

MULTIMEDIA
Aset Asuransi dan Dana Pensiun Tembus Rp 2.992 Triliun

Aset Asuransi dan Dana Pensiun Tembus Rp 2.992 Triliun

EKONOMI
OJK Proyeksikan Premi Unit Link Tumbuh Terbatas pada 2026

OJK Proyeksikan Premi Unit Link Tumbuh Terbatas pada 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon