ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AS Batalkan Hadiah Penangkapan Pemimpin Baru Suriah

Sabtu, 21 Desember 2024 | 10:36 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Pemimpin baru Suriah Ahmed Al-Sharaa.
Pemimpin baru Suriah Ahmed Al-Sharaa. (YouTube.com/France 24)

Damaskus, Beritasatu.com - Seorang diplomat senior Amerika Serikat, Barbara Leaf, menyampaikan bahwa Washington membatalkan hadiah untuk penangkapan pemimpin baru Suriah Ahmed Al-Sharaa. Pernyataan ini diberikan setelah pertemuan formal dengan Sharaa di Damaskus, kunjungan pertama diplomat AS ke ibu kota Suriah sejak awal perang saudara di negara tersebut.

Ahmed Al-Sharaa menjadi pemimpin baru Suriah pada 8 Desember 2024 setelah kelompok Islamis Hayat Tahrir Al-Sham (HTS) berhasil menggulingkan Presiden Bashar Assad melalui operasi militer. HTS, meskipun masih masuk daftar organisasi teroris oleh Washington, telah berupaya memperbaiki citranya dalam beberapa tahun terakhir.

Leaf menyebutkan bahwa pertemuannya dengan Ahmed Al-Sharaa menghasilkan pesan positif terkait komitmen untuk memerangi terorisme dan membangun masa depan inklusif bagi Suriah. “Kami menyambut pesan positif ini, namun yang kami cari adalah tindakan nyata, bukan hanya kata-kata,” ujarnya kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

Ia juga menekankan pentingnya inklusi selama masa transisi. “Kami mendukung proses politik yang menghasilkan pemerintahan yang representatif dan menghormati hak semua warga Suriah, termasuk perempuan dan komunitas etnis serta agama,” tambahnya.

Diskusi di Damaskus mengikuti pertemuan internasional di Aqaba, Yordania, pada 14 Desember, di mana AS bersama diplomat Arab, Eropa, dan Turki menyepakati prinsip-prinsip untuk memastikan stabilitas regional. Dalam lawatan sebelumnya, Menteri Luar Negeri Antony Blinken menyoroti pentingnya mencegah kebangkitan kelompok Daesh (ISIS).

Pada hari yang sama, militer AS mengumumkan bahwa pasukannya telah menewaskan dua anggota penting ISIS dalam operasi di Provinsi Deir Ezzor, Suriah.

Leaf juga bertemu dengan penyelamat White Helmet Suriah, aktivis masyarakat sipil, dan pemimpin lokal untuk mendengarkan pandangan mereka tentang masa depan baru Suriah. Ia mengenang puluhan ribu korban kekejaman selama rezim Assad dan menegaskan komitmen AS untuk menuntut pertanggungjawaban atas pelanggaran tersebut.

Melalui media sosial, Kedutaan AS menyampaikan bahwa pertemuan ini turut membahas niat pemimpin baru Suriah untuk negaranya menjadi “tetangga yang baik” dan pentingnya kerja sama melawan terorisme.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon