5 Warisan Paus Fransiskus untuk Melindungi Masa Depan Bumi
Selasa, 22 April 2025 | 17:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Paus Fransiskus meninggal dunia di Casa Santa Marta, Vatikan, pada Senin (21/4/2025) pukul 07.35 pagi waktu setempat. Kabar duka ini diumumkan secara simbolis melalui bunyi lonceng di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.
Penyebab wafatnya Paus Fransiskus adalah penyakit pneumonia bilateral atau pneumonia ganda, yang menyebabkan kesulitan bernapas selama beberapa hari sebelum akhirnya tutup usia.
Kepergian Bapa Suci bukan hanya menjadi duka mendalam bagi umat katolik di seluruh dunia, tetapi juga dirasakan oleh pegiat lingkungan. Selama 12 tahun masa kepausannya, Paus Fransiskus tidak hanya membimbing umat katolik, tetapi juga mengajak seluruh umat manusia untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama yang layak dihuni.
Kepeduliannya terhadap isu-isu global, khususnya lingkungan, menjadi warisan penting bagi generasi saat ini dan mendatang. Berikut ini bentuk kepedulian Paus Fransiskus terhadap isu lingkungan, yang dikutip dari berbagai sumber, Selasa (22/4/2025).
Kepedulian Paus Fransiskus terhadap Lingkungan
1. Menerbitkan ensiklik Laudato Si
Pada Juni 2015, Paus Fransiskus menerbitkan sebuah ensiklik penting berjudul Laudato Si, yang menyoroti perlunya tindakan nyata untuk mengatasi perubahan iklim dan melindungi lingkungan hidup. Menurutnya, kerusakan terhadap alam merupakan cerminan dari krisis etika, budaya, dan spiritual yang tengah melanda dunia modern.
Dalam Laudato Si, terdapat lima poin utama seperti berikut ini.
- Sains
Paus menyampaikan pemanasan global akibat ulah manusia telah menyebabkan penurunan kualitas air bersih, kerusakan lahan pertanian, kepunahan flora dan fauna, peningkatan keasaman laut, serta kenaikan permukaan laut yang berujung pada banjir di sejumlah kota besar dunia.
- Ekonomi
Ia mengkritik ketimpangan global, yang mana negara-negara kaya memiliki "utang ekologis" terhadap negara berkembang, karena telah mengeksploitasi sumber daya alam mereka untuk konsumsi energi dan bahan bakar industri.
- Kebijakan pemerintah
Paus menyerukan perlunya kebijakan pemerintah yang tegas, terorganisir, dan memiliki kekuatan hukum untuk menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran lingkungan, guna memperlambat laju pemanasan global.
- Manusia
Setiap tindakan manusia yang berdampak pada lingkungan harus memperhatikan hak dasar kaum miskin. Ia mendorong pembentukan jaringan sosial yang dapat menekan para pemimpin politik agar bertindak nyata, serta mengajak masyarakat untuk mengubah gaya hidup, seperti menggunakan transportasi umum, menanam pohon, dan menghemat listrik.
- Iman
Dalam pandangan Katolik, umat manusia memiliki tanggung jawab spiritual untuk menjaga ciptaan Tuhan. Seperti yang tercantum dalam Kejadian 2:15, manusia ditugaskan untuk "menjaga" dan "merawat" Bumi.
2. Rumah kita bersama dalam Laudato Si
Dalam bagian awal Laudato Si, Paus Fransiskus menyatakan kerusakan lingkungan tidak bisa dipisahkan dari kemerosotan kehidupan manusia. Oleh karena itu, dia mengajak umat manusia untuk menyadari Bumi adalah “rumah kita bersama” yang harus dirawat dengan penuh cinta dan kepedulian. Ensiklik ini menjadi ajakan pertobatan ekologis, perubahan cara pandang, pola hidup, dan hubungan manusia terhadap alam.
3. Dehumanisasi dan perubahan iklim pada Deklarasi Istiqlal
Saat menghadiri pertemuan antaragama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Paus Fransiskus bersama Menteri Agama KH Nasarudin Umar serta para pemuka agama lainnya mencetuskan Deklarasi Istiqlal. Deklarasi ini menyoroti dua isu utama, yaitu dehumanisasi dan perubahan iklim. Seruan moral ini mengajak semua pihak untuk menjaga keutuhan ciptaan Tuhan serta melindungi sumber daya alam demi kelangsungan hidup bersama.
4. Vatikan ramah lingkungan berkat pembangkit listrik tenaga surya
Dedikasi Paus Fransiskus terhadap lingkungan juga diwujudkan dalam penerapan energi terbarukan di Vatikan. Panel surya dipasang di sejumlah aset Vatikan di sekitar Roma, yang kini dapat menghasilkan cukup energi untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah tersebut. Langkah itu menjadikan Vatikan sebagai salah satu negara terkecil di dunia yang berkomitmen terhadap energi bersih.
5. Pendidikan ekologis untuk membangun cinta terhadap alam
Paus Fransiskus menekankan pentingnya pendidikan ekologis agar masyarakat dunia memiliki kesadaran dan cinta terhadap lingkungan hidup. Ia mendorong terciptanya kewarganegaraan ekologis, yaitu identitas yang tidak hanya mencintai negara, tetapi juga aktif menjaga kelestarian alam demi masa depan bersama.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




