Menag Nasaruddin Kenang Paus Fransiskus di Forum Perdamaian Vatikan
Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:57 WIB
Roma, Beritasatu.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar tampil sebagai pembicara utama dalam Forum Internasional untuk Perdamaian, Daring Peace, yang digelar oleh Komunitas Sant’ Egidio di Vatikan, Roma. Di forum bertaraf global ini, menag menyampaikan pesan persaudaraan lintas agama dan bangsa, sembari mengenang kedekatannya dengan Paus Fransiskus yang telah meninggal dunia.
Forum tersebut dihadiri lebih dari 50 tokoh lintas agama dunia, termasuk Grand Syekh Al Azhar, Prof Dr Ahmed Al Tayeb, para uskup, kardinal, pastor, serta perwakilan agama lainnya. Acara dipimpin oleh Profesor Marco Impagliazzo, presiden Komunitas Sant’ Egidio.
Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus. Ia mengaku masih sulit mempercayai kabar duka itu dan mengenang kembali momen-momen persahabatan mereka.
“Saya merasakan tarikan keras di hati saya,” ujar Menag Nasaruddin dengan suara bergetar.
Ia mengingat kebersamaan spiritualnya bersama Paus Fransiskus.
Menurutnya, hubungan mereka bukan sekadar formalitas diplomatik, tetapi mengandung dimensi spiritual tentang kemanusiaan dan solidaritas lintas agama.
Menag juga menampilkan dua foto bersejarah yang menggambarkan kedekatan mereka, satu foto ketika dirinya mencium kening Paus Fransiskus, dan satu lagi ketika Paus mencium tangan Nasaruddin Umar. Momen itu membuat suasana forum hening dan penuh haru, menjadi simbol persaudaraan yang melampaui batas keyakinan.
Nasaruddin Umar kemudian mengingat pesan pribadi Paus Fransiskus kepadanya yang mengutip ensiklik Fratelli Tutti, seruan agar manusia menjadi saudara melampaui agama, ras, dan bangsa.
Menag Nasaruddin Umar membalas dengan menjelaskan konsep ukhuwah insaniyah dalam Islam, persaudaraan kemanusiaan universal. Ia menegaskan, semua kitab suci, meskipun berbeda, tetapi berbagi nilai yang sama, yakni kemanusiaan di atas segala perbedaan.
Pesan itu sejalan dengan Deklarasi Istiqlal yang ditandatangani pada kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024, bersama para pemimpin lintas agama dan pemerintah Indonesia. Deklarasi tersebut menjadi simbol kuat dialog dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




