100 Bom Israel Gempur Teheran, Universitas dan Pusat Belanja Diserang
Senin, 23 Juni 2025 | 19:20 WIB
Teheran, Beritasatu.com — Angkatan Udara Israel pada Senin (23/6/2025), melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap berbagai fasilitas strategis di ibu kota Iran, Teheran, dengan menjatuhkan lebih dari 100 bom ke sejumlah target utama Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF), target utama dalam serangan pada hari ini termasuk markas besar Garda Revolusi di Thar-Allah, yang berfungsi sebagai pusat perlindungan ibu kota dari ancaman keamanan, serta markas Korps Sayyid al-Shuhada, unit yang bertugas menanggulangi ancaman internal seperti protes dan kerusuhan.
Israel juga menargetkan markas keamanan informasi IRGC yang dinilai penting karena mengawasi komunikasi dan kontrol internal di antara pasukan keamanan Iran.
“Kami menghantam pos komando IRGC dan fasilitas lainnya dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Juru Bicara IDF Mayor Jenderal Effie Defrin.
Dalam pernyataan resminya, IDF menyebutkan bahwa target yang diserang merupakan bagian dari struktur militer Iran yang dirancang untuk mempertahankan stabilitas rezim dan mengendalikan potensi ancaman dari dalam negeri.
Serangan juga menghantam markas besar milisi Basij, unit sukarelawan IRGC yang dikenal bertugas menegakkan hukum Islam dan melaporkan pelanggaran oleh warga sipil kepada otoritas negara. Salah satu target lainnya adalah Penjara Evin, yang dikenal menahan tahanan politik dan warga asing, serta menara jam “Penghancuran Israel” di Palestine Square, yang selama ini menampilkan hitung mundur hingga tahun 2040, tahun yang diklaim Iran sebagai waktu kehancuran Israel.
Menteri Pertahanan Israel Katz, menyatakan bahwa serangan ini ditujukan langsung ke jantung Teheran dan memperingatkan bahwa setiap bentuk pembalasan dari Iran akan dijawab dengan serangan udara tambahan yang lebih kuat.
“Kami meluncurkan operasi dengan kekuatan maksimal dan akan membalas setiap serangan Iran dengan kekuatan yang lebih besar,” ujar Katz.
Sementara itu, media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa gerbang Penjara Evin rusak akibat serangan. Serangan udara juga menghantam Jordan Street, kawasan elite di utara Teheran. Seorang warga menggambarkan ledakan itu sebagai serangan terburuk yang pernah dialami kota ini.
“Sepertinya mereka menyerang pusat perbelanjaan,” ujar seorang saksi mata.
Kantor berita Iran Mehr juga melaporkan bahwa Universitas Shahid Beheshti di utara Teheran terkena dampak dari serangan.
Selain itu, pabrik pengayaan nuklir Fordow kembali menjadi sasaran. Pemerintah provinsi Qom mengeklaim serangan tersebut tidak menimbulkan ancaman langsung bagi warga sipil. Namun, IDF mengonfirmasi bahwa mereka menargetkan jalur masuk ke fasilitas bawah tanah Fordow untuk mencegah akses Iran ke lokasi tersebut.
Pekan lalu, Amerika Serikat juga melakukan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran, termasuk Fordow, sebagai bagian dari upaya menekan kemampuan nuklir Iran yang terletak di dalam gunung dan sulit dijangkau.
Eskalasi terbaru ini memperlihatkan intensitas konflik antara Israel dan Iran yang terus meningkat, dengan potensi menimbulkan ketegangan lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Sambut 3 Jenazah Prajurit TNI di Bandara Soekarno-Hatta




