Perang Dagang Memanas, Negara-negara Ini Segera Terdampak Tarif Trump
Minggu, 13 Juli 2025 | 13:39 WIB
Washington, Beritasatu.com - Ketegangan dalam perang dagang internasional kembali mencuat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif impor sebesar 30% terhadap produk dari Uni Eropa dan Meksiko.
Langkah tersebut akan mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2025, jika negosiasi perdagangan yang selama ini berlangsung tak kunjung mencapai kesepakatan komprehensif.
Pengumuman itu disampaikan Trump secara terbuka melalui akun Truth Social miliknya pada Sabtu (12/7/2025). Dalam surat resmi yang ditujukan kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, Trump menyebut kebijakan ini sebagai bentuk ketegasan terhadap mitra dagang yang dinilai memberlakukan perlakuan tidak adil terhadap produk-produk AS.
“Uni Eropa harus membuka pasarnya tanpa tarif terhadap produk-produk kami, agar defisit perdagangan yang besar ini bisa dikurangi,” tulis Trump dalam suratnya.
Strategi Agresif dan Tekanan Dagang Lintas Benua
Ancaman tarif ini bukan hanya ditujukan kepada Uni Eropa dan Meksiko. Trump juga mengirim surat serupa kepada 23 negara lainnya, termasuk Kanada, Jepang, dan Brasil dengan ancaman tarif antara 20% hingga 50% terhadap berbagai komoditas, mulai dari tembaga hingga komponen teknologi tinggi.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari kembalinya strategi agresif perdagangan ala Trump, yang sebelumnya sempat mereda. Beberapa ekonom melihat manuver ini sebagai kartu tekanan agar AS mendapatkan posisi lebih menguntungkan dalam perundingan dagang bilateral maupun multilateral.
Tarif 30% ini bahkan merupakan tambahan dari tarif sektoral yang telah lebih dahulu diberlakukan, seperti tarif 50% untuk baja dan aluminium serta 25% untuk sektor otomotif. Hal ini tentu menambah beban signifikan bagi para eksportir ke pasar Amerika.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




