ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Badan Intelijen AS Gencar Rekrut Warga Iran via Media Sosial, Kenapa?

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:01 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
CIA gencar merekrut warga Iran melalui media sosial di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran seiring ancaman militer yang dari Presiden AS Donald Trump.
CIA gencar merekrut warga Iran melalui media sosial di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran seiring ancaman militer yang dari Presiden AS Donald Trump. (AP Photo/Carolyn Kaster, File)

Washington, Beritasatu.com – Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) atau Central Intelligence Agency (CIA) dilaporkan tengah meningkatkan upaya perekrutan warga Iran melalui media sosial di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran seiring ancaman militer yang dari Presiden AS Donald Trump. 

CIA mempublikasikan instruksi baru dalam bahasa Farsi yang ditujukan kepada warga Iran yang ingin menghubungi badan intelijen tersebut secara aman.

Pesan tersebut diunggah melalui berbagai platform media sosial, termasuk X, Instagram, Facebook, Telegram, dan YouTube. Langkah ini menjadi bagian dari strategi terbaru CIA untuk merekrut sumber informasi di sejumlah negara yang dianggap menjadi perhatian utama AS, seperti Iran, China, Korea Utara, dan Rusia.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Asia One, Kamis (26/2/2026), Uuaya perekrutan ini berlangsung di tengah peningkatan signifikan kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut memicu spekulasi Trump dapat memerintahkan operasi militer terhadap Iran apabila pembicaraan terkait program nuklir dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Dalam pesan berbahasa Farsi tersebut, CIA memberikan panduan keamanan bagi warga Iran yang ingin melakukan kontak. Badan intelijen itu meminta warga Iran untuk berhati-hati dan melindungi identitas mereka sebelum menghubungi pihak berwenang.

"Gunakan perangkat baru sekali pakai, jika memungkinkan dan waspadai lingkungan sekitar Anda dan siapa yang mungkin dapat melihat layar atau aktivitas Anda," demikian isi pesan tersebut.

CIA juga menyarankan individu yang ingin berkomunikasi untuk tidak menggunakan komputer kantor atau telepon pribadi yang mudah dilacak. Mereka diminta memberikan informasi seperti lokasi, nama, jabatan, serta akses ke informasi atau keterampilan yang menarik bagi badan kami. Selain itu, CIA juga menyarankan penggunaan VPN tepercaya yang tidak berbasis di Rusia, Iran, atau China, maupun jaringan Tor yang dapat mengenkripsi data dan menyembunyikan alamat IP pengguna.

Hingga berita ini diturunkan, pihak CIA masih menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai program tersebut. Sementara itu, delegasi Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar media. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT