Reza Pahlavi Sambut Baik Kabar Tewasnya Ayatollah Khamenei
Minggu, 1 Maret 2026 | 05:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Reza Pahlavi yang merupakan putra dari raja terakhir Iran yang diasingkan, menyambut baik kabar tewasnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
"Ali Khamenei, Zahhak (raja jahat dalam mitologi Iran) yang haus darah di zaman kita, pembunuh puluhan ribu putra dan putri Iran yang paling berani, telah dihapus dari halaman sejarah," tulis Pahlavi dalam akum media sosialnya, dikutip Minggu (1/3/2026).
"Dengan kematiannya, Republik Islam secara efektif telah berakhir dan akan segera dibuang ke tong sampah sejarah," tambah dia.
Pahlavi tidak menganjurkan para pejabat Iran untuk menunjuk pengganti dan memperingatkan bahwa ini adalah "kesempatan terakhir" bagi militer, pasukan keamanan, dan kepolisian untuk bergabung dengan rakyat.
"Ini menandai awal dari perayaan nasional kita yang agung, tetapi ini bukanlah akhir dari perjalanan," cetus dia.
Pahlavi mengikuti orang tua dan saudara-saudaranya ke pengasingan setelah revolusi 1979 dan telah tinggal di Amerika Serikat (AS) sejak saat itu.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan jika pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei telah tewas dalam serangan yang dilancarkan AS dan Israel.
"Ini adalah keadilan bagi rakyat Iran," tulis Trump dalam sosial media miliknya, tulis dia, Minggu (1/3/2026).
Dalam pernyataannya, dia juga mengungkapkan jika Khamenei merupakan salah satu sosok paling jahat dalam sejarah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
Lagi-lagi AS-Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Sambut 3 Jenazah Prajurit TNI di Bandara Soekarno-Hatta




