Guncangan Teheran: Runtuhnya Era Khamenei dan Teka-teki Suksesi Iran
Minggu, 1 Maret 2026 | 09:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dunia terbangun dengan kabar mengejutkan dari Timur Tengah. Amerika Serikat dan Israel baru saja meluncurkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran pada hari Sabtu (28/2/2026), sebuah serangan yang tidak hanya menyasar infrastruktur fisik, tetapi juga jantung kekuasaan rezim.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, segera mengeluarkan pernyataan provokatif yang menyerukan rakyat Iran untuk "merebut kendali atas nasib sendiri" dan bangkit melawan kepemimpinan Islam yang telah berkuasa sejak revolusi tahun 1979.
Kabar yang paling menggemparkan adalah konfirmasi mengenai gugurnya Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan tersebut, Minggu (1/3/2026). Bersama beberapa pejabat militer tingkat tinggi, pria berusia 86 tahun yang telah memegang otoritas absolut selama tiga dekade itu tewas saat rudal menghantam area di sekitar kantornya.
Kondisi militer Iran pun tak kalah terguncang. Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh dilaporkan turut tewas dalam serangan pembuka tersebut. Kehilangan komandan tertinggi di saat IRGC, kekuatan paramiliter penjaga revolusi, harus menjaga stabilitas domestik dan menghadapi ancaman eksternal sekaligus, menciptakan kerentanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam struktur pertahanan Iran.
Trump menyebut momen ini sebagai "satu-satunya kesempatan terbesar" bagi rakyat Iran untuk mengambil kembali kedaulatan negara mereka dari tangan teokrasi.
AP menganalisa dalam sejarah Iran tewasnya seorang pemimpin puncak tidak selalu berarti keruntuhan instan sebuah rezim. Struktur kekuasaan Iran dibangun dengan sistem yang sangat berlapis dan kompleks. Untuk memahami apa yang akan terjadi selanjutnya, AP melihat siapa saja sosok yang kini berada di pusaran arus kekuasaan Teheran untuk menggantikan Ali Khamenei.
Masoud Pezeshkian (Presiden Iran)
Sosok reformis dan mantan ahli bedah jantung yang baru menjabat tahun lalu. Meski ia kepala pemerintahan, ia tetaplah orang kedua yang selama ini bergerak di bawah bayang-bayang dekrit Pemimpin Tertinggi.
Abbas Araghchi (Menteri Luar Negeri Iran)
Diplomat senior yang sempat memperingatkan bahwa konflik dengan AS hanya akan berujung pada "perang yang menghancurkan" bagi kedua belah pihak.
Mojtaba Khamenei (Putra Mahkota Tak Resmi)
Putra kedua mendiang Khamenei yang memiliki pengaruh kuat di balik layar dan hubungan sangat erat dengan Garda Revolusi (IRGC).
Gholam Hossein Mohseni Ejehi (Ketua Mahkamah Agung)
Loyalis setia dan jaksa garis keras yang dikenal tanpa ampun dalam menindak aksi protes rakyat.
Di tengah kekosongan kekuasaan ini, peran lembaga klerikal menjadi sangat krusial. Majelis Ahli, yang dipimpin oleh Mohammad-Ali Movahedi Kermani, kini memikul tanggung jawab besar layaknya "Dewan Kardinal" di Vatikan, mereka harus segera bersidang untuk menunjuk pengganti Khamenei.
Namun, keputusan mereka tidak akan lepas dari pengaruh Dewan Garda pimpinan Ahmad Jannati, yang bertugas menyaring siapa saja tokoh yang dianggap cukup "suci" dan setia pada ideologi negara untuk memimpin.
Meskipun Trump terus mendorong adanya pemberontakan rakyat, faksi konservatif di Teheran masih memiliki "tangan besi" yang kuat. Tokoh-tokoh seperti Mohammad Bagher Ghalibaf (Ketua Parlemen) dan Ahmad Khatami (Imam Shalat Jumat) telah lama dikenal sebagai pendukung hukuman mati bagi demonstran. Mereka kemungkinan besar akan mencoba menekan segala bentuk kerusuhan sipil demi memastikan transisi kekuasaan tetap berada di jalur garis keras.
"Kini, Iran berada di persimpangan jalan yang paling berbahaya. Apakah rakyat Iran akan menyambut seruan Trump untuk melakukan revolusi baru, ataukah faksi militer dan ulama akan segera mengonsolidasikan kekuatan di bawah sosok baru seperti Mojtaba Khamenei?" analisa AP.
Baca Juga: Drone Iran Dicegat, 1 Warga Asia Tewas di Bandara Zayed Abu Dhabi
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
Lagi-lagi AS-Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Sambut 3 Jenazah Prajurit TNI di Bandara Soekarno-Hatta




