ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Intip Bunker Mewah Tempat Miliuner Dubai Ngumpet Saat Dirudal Iran

Kamis, 5 Maret 2026 | 03:55 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Bunker Istana Marmer, salah satu properti termahal di Dubai seharga lebih dari US$ 100 juta.
Bunker Istana Marmer, salah satu properti termahal di Dubai seharga lebih dari US$ 100 juta. (Daily Mail/Daily Mail)

Dubai, Beritasatu.com – Terbiasa dengan kemewahan tanpa batas, keluarga mantan bintang sepak bola Rio Ferdinand dan sejumlah miliarder di Dubai kini menghadapi realitas baru. Mereka terpaksa menghuni tempat perlindungan bom (bunker) untuk menghindari ancaman serangan rudal yang mengguncang Uni Emirat Arab (UEA).

Saat pindah ke Dubai lebih dari setahun lalu, Rio Ferdinand dan istrinya, Kate, tidak pernah membayangkan ruang bawah tanah rumah mewah mereka akan berubah fungsi menjadi kamar tidur darurat.

"Itu adalah pengalaman yang benar-benar menakutkan. Pada malam pertama, ketika kami mendengar suara keras di langit, kami disarankan untuk segera turun ke tempat perlindungan bom," cerita mantan bek Manchester United tersebut.

ADVERTISEMENT

Meski dilanda stres, Rio berusaha tetap tenang demi anak-anaknya. Beruntung, sang buah hati justru menganggap momen tidur di ruang bawah tanah tersebut seperti sedang berkemah. Area olahraga bawah tanah pun disulap menjadi tempat bermain, memanggang kue, dan menonton film untuk menjaga kestabilan mental mereka.

Dubai selama ini dikenal dengan keamanan tingkat tinggi. Pemasangan panic room atau bunker di kawasan elite seperti Emirates Hills dan Palm Jumeirah awalnya sering dianggap hanya sebagai "hiasan teknologi" untuk memamerkan status sosial. Namun, insiden baru-baru ini mengubah fasilitas tersebut menjadi kebutuhan vital.

Ebraheem Al Samadi, bintang reality TV Dubai Bling dengan kekayaan bersih hampir US$ 50 juta, mengunggah video dari bunker pribadinya untuk menenangkan para pengikutnya. Mengenakan pakaian olahraga, ia mencoba mempertahankan rutinitas normal di dalam ruang perlindungan.

Di "Istana Marmer", salah satu properti termahal di Dubai seharga lebih dari US$ 100 juta, sistem penjinakan bom dan gardu transformator terpisah bekerja maksimal untuk memastikan isolasi total dari dunia luar jika terjadi keadaan darurat.

Presenter populer Luisa Zissman juga berbagi pengalaman serupa. Ia terpaksa lari ke ruang bawah tanah bersama anaknya setelah mendengar dua ledakan keras yang mengguncang rumahnya.

"Kami langsung mundur ke ruang bawah tanah. Sekarang saatnya menonton film di bawah tanah," ungkap Luisa.

Untuk menenangkan anak-anak, ia mengubah suasana bunker menjadi perkemahan mini lengkap dengan aktivitas bernyanyi bersama.

Meskipun citra Dubai sebagai "oasis damai" sempat terusik, kaum elite di sana tetap menunjukkan optimisme tinggi. Mereka terus membagikan aktivitas harian dari dalam brankas pribadi mereka dan menyatakan kepercayaan penuh pada sistem keamanan nasional.

"Saya percaya semuanya akan segera kembali normal," pungkas Zissman, mewakili harapan banyak ekspatriat kaya di Dubai.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT