Ramalan Mengerikan Nostradamus Mencuat Saat Perang AS-Iran Memanas
Kamis, 5 Maret 2026 | 12:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ramalan Nostradamus, astrolog sekaligus dokter asal Prancis pada abad ke-16, kembali ramai dibicarakan setelah perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin memanas.
Mengutip Hello Magazine, Kamis 95/3/2026), perbincangan tersebut mencuat setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Sejumlah pihak di media sosial mengaitkan peristiwa tersebut dengan sejumlah nubuat yang ditulis Nostradamus hampir lima abad lalu.
AS dan Israel menyatakan serangan itu bersifat preventif karena mereka menilai Iran memiliki kemampuan pengembangan senjata nuklir. Namun, Iran menegaskan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai.
Konflik di Timur Tengah kini telah memasuki hari keenam setelah serangan terhadap Iran dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat penting lainnya.
Iran kemudian membalas dengan menyerang berbagai aset militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk di Israel, Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania.
Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, sejumlah warganet kembali menyoroti ramalan Nostradamus yang dianggap memiliki kemiripan dengan perkembangan konflik saat ini.
Nostradamus, yang memiliki nama asli Michel de Nostredame, hidup di Prancis pada periode 1503 hingga 1566. Ia menerbitkan buku berjudul Les Propheties pada tahun 1555 yang berisi 942 ramalan. Banyak orang percaya sejumlah ramalan tersebut telah menggambarkan berbagai peristiwa besar dalam sejarah dunia.
Salah satu kutipan yang sering dibahas berasal dari Bait I:26 yang berbunyi Kawanan lebah yang besar akan bangkit pada malam hari akan terjadi penyergapan.
Sebagian orang menafsirkan kalimat tersebut sebagai gambaran perang modern yang menggunakan drone, teknologi yang kini banyak digunakan dalam konflik militer.
Kutipan lain berbunyi perang besar tujuh bulan, orang-orang mati karena kejahatan. Rouen, Evreux, raja tidak akan gagal.
Sebagian penafsir mengaitkan baris tersebut dengan kemungkinan perang berkepanjangan selama tujuh bulan.
Namun, beberapa lokasi yang disebut dalam ramalan itu, seperti Rouen dan Evreux, sebenarnya berada di Prancis dan tidak memiliki hubungan langsung dengan konflik Timur Tengah.
Ramalan lain yang juga sering dikaitkan dengan konflik global. “Ketika Mars menguasai jalurnya di antara bintang-bintang, darah manusia akan memercik tempat suci. Tiga api muncul dari sisi timur, sementara barat kehilangan cahayanya dalam keheningan,” tulis ramalan tersebut.
Pada mitologi Romawi, Mars dikenal sebagai dewa perang. Oleh karena itu, sebagian orang menilai ramalan tersebut menggambarkan situasi konflik berskala besar.
Namun, banyak sejarawan menilai ramalan Nostradamus bersifat sangat samar dan terbuka untuk berbagai interpretasi. Hal ini karena tulisannya menggunakan campuran beberapa bahasa, termasuk Prancis, Latin, Yunani, Italia, serta dialek lokal.
Sepanjang sejarah, berbagai ramalan Nostradamus sering dikaitkan dengan peristiwa besar dunia, mulai dari pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada 1945 hingga serangan 11 September 2001 di New York.
Di media sosial, sejumlah pengguna membagikan interpretasi mereka terhadap ramalan tersebut. “Menurut ramalan Nostradamus yang berusia ratusan tahun, kita mungkin baru saja membuka Kotak Pandora bagi dunia,” ucap warganet.
Pengguna lain menambahkan Nostradamus sudah mengatakan hal ini (Perang Iran-AS) akan terjadi.
Meski begitu, sebagian pengamat mengingatkan bahwa ramalan Nostradamus telah ditafsirkan ulang selama berabad-abad, sehingga kaitannya dengan peristiwa modern sering kali bersifat spekulatif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Festival Mudik Dongkrak Wisatawan ke Wonosobo
Pidato Trump Picu Lonjakan Minyak Dunia
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Beri Pelukan Hangat untuk Keluarga TNI yang Gugur di Lebanon




