ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kedubes Iran Tegaskan Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Baru

Senin, 9 Maret 2026 | 18:31 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Mojtaba Ali Khamenei (kiri) menggantikan mendiang ayahnya, Ayatullah Ali Khamenei (kanan) sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Mojtaba Ali Khamenei (kiri) menggantikan mendiang ayahnya, Ayatullah Ali Khamenei (kanan) sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. (Google)

Jakarta, Beritasatu.com – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, pada Senin (9/3/2026) menyampaikan pernyataan pers terkait perkembangan konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Dalam pernyataan tersebut, kedutaan menegaskan bahwa Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei telah ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi baru Republik Islam Iran menggantikan Ayatollah Ali Khamenei.

Pernyataan itu disampaikan Kedutaan Besar Iran di Indonesia menanggapi situasi yang berkembang setelah serangan militer yang disebut dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari hingga awal Maret 2026. Kedutaan menyebut pemilihan pemimpin baru dilakukan di tengah kondisi keamanan yang penuh tekanan.

Dalam pernyataan tersebut, Kedutaan Iran menyebut Majelis Pakar Kepemimpinan Iran memilih Mojtaba Khamenei dengan dukungan lebih dari 85% suara. Badan ulama tersebut beranggotakan 88 orang yang memiliki kewenangan konstitusional untuk menentukan pemimpin tertinggi negara.

ADVERTISEMENT

Penetapan tersebut menjadikan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi ketiga Republik Islam Iran sejak Revolusi Islam 1979.

Kedutaan Iran juga menyatakan pemilihan itu dilakukan setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei yang disebut sebagai akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel. Dalam pernyataannya, kedutaan menyebut peristiwa tersebut menimbulkan korban di kalangan warga sipil dan pejabat Iran.

Menurut kedutaan, pemilihan Mojtaba Khamenei dimaksudkan untuk menjaga keberlanjutan sistem pemerintahan Iran yang berbasis hukum, suara rakyat, dan nilai-nilai religius.

Sistem pemerintahan Iran disebut tetap berjalan

Kedutaan Iran menegaskan bahwa sistem politik Republik Islam Iran tidak bergantung pada satu individu, melainkan merupakan struktur kelembagaan yang tetap berjalan meskipun menghadapi krisis besar.

Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa para anggota Majelis Pakar menjalankan tugas mereka sesuai ketentuan konstitusi Iran, termasuk Pasal 107 dan 108 yang mengatur pemilihan pemimpin tertinggi.

Kedutaan menilai keputusan tersebut menjadi penegasan bahwa sistem pemerintahan Iran tetap stabil meskipun menghadapi konflik militer.

Operasi militer Iran disebut terus berlangsung

Pernyataan Kedutaan Iran juga menyebut bahwa pada hari yang sama dengan pengumuman pemimpin baru, Iran melanjutkan operasi militer yang disebut sebagai Operasi Janji Setia 4.

Operasi tersebut diklaim dilakukan di bawah komando Ayatollah Mojtaba Khamenei dan ditujukan terhadap wilayah Israel.

Kedutaan menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari respons Iran terhadap serangan yang sebelumnya dilancarkan terhadap negara tersebut.

Majelis Pakar Iran memang memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih pemimpin tertinggi ketika posisi tersebut kosong. Pemilihan Mojtaba Khamenei dilakukan pada awal Maret 2026 setelah kematian pemimpin sebelumnya.

Mojtaba Khamenei, putra dari Ayatollah Ali Khamenei, kemudian diumumkan sebagai pemimpin tertinggi baru Iran dan memegang jabatan tersebut sejak Minggu (8/3/2026).

Penunjukan tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik regional yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tangkal Dampak Perang Iran, Australia Gelontorkan Pinjaman Tanpa Bunga

Tangkal Dampak Perang Iran, Australia Gelontorkan Pinjaman Tanpa Bunga

INTERNASIONAL
220 Kapal Lintasi Selat Hormuz pada Maret di Tengah Perang Iran

220 Kapal Lintasi Selat Hormuz pada Maret di Tengah Perang Iran

INTERNASIONAL
Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran

Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran

INTERNASIONAL
5 Poin Penting Pidato Trump Soal Perang Iran, Dunia Masih Perlu Cemas?

5 Poin Penting Pidato Trump Soal Perang Iran, Dunia Masih Perlu Cemas?

INTERNASIONAL
Kapal dari 3 Negara Melintas Hormuz, Sinyal Jalur Mulai Dibuka?

Kapal dari 3 Negara Melintas Hormuz, Sinyal Jalur Mulai Dibuka?

INTERNASIONAL
Bicara Diplomasi, Kenapa Trump Masih Serang Iran?

Bicara Diplomasi, Kenapa Trump Masih Serang Iran?

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT