ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hemat Energi di Thailand: Lift Dibatasi, PNS Wajib Naik Tangga!

Rabu, 11 Maret 2026 | 14:11 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Ilustrasi PNS Thailand.
Ilustrasi PNS Thailand. (Pattaya Mail/Pattaya Mail)

Bangkok, Beritasatu.com – Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, secara resmi mendesak seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di Negeri Gajah Putih untuk menerapkan kebijakan penghematan energi ekstrem. Langkah ini mencakup instruksi bekerja dari rumah (work from home) hingga pembatasan penggunaan lift di gedung pemerintah.

Juru bicara Kantor Perdana Menteri Thailand, Lalida Periswiwatana, mengonfirmasi bahwa kebijakan ini mulai berlaku efektif pekan ini. "Perdana Menteri telah meminta pegawai negeri sipil untuk bekerja dari rumah mulai hari ini," ujar Lalida dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Selain WFH, pemerintah menyarankan PNS untuk menunda perjalanan dinas luar negeri dan lebih memilih tangga dibandingkan lift. Uniknya, untuk mengurangi penggunaan pendingin ruangan (AC), PNS kini diperbolehkan mengenakan kemeja lengan pendek alih-alih setelan jas formal. Suhu AC di gedung pemerintah pun dipatok pada angka 26-27 derajat celsius.

ADVERTISEMENT

Kebijakan konservasi energi ini diambil sebagai respons atas eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengganggu stabilitas pasokan minyak dan gas dunia. Menteri Energi Thailand, Auttapol Rerkpiboon, menyatakan bahwa saat ini cadangan energi nasional masih mencukupi untuk kebutuhan sekitar 95 hari.

Untuk memperkuat ketahanan nasional, Thailand tengah berupaya mengamankan pasokan tambahan gas alam cair (LNG) dari Amerika Serikat, Australia, hingga Afrika Selatan. Mengingat 68% kebutuhan ekonomi Thailand bergantung pada gas alam, langkah diversifikasi impor menjadi krusial setelah produksi dalam negeri di Teluk Thailand mulai terdampak situasi global.

Skenario Langkah Drastis di Masa Depan

Pemerintah Thailand tidak menutup kemungkinan akan mengambil langkah yang lebih radikal jika ketegangan global terus meningkat. Beberapa skenario yang disiapkan antara lain:

  • Pemadaman lampu papan iklan di area bisnis dan bioskop.
  • Pembatasan jam operasional SPBU (tutup pukul 22.00), kecuali di jalur utama.
  • Peralihan dari diesel B5 ke diesel B7 untuk menekan penggunaan diesel murni.


Hingga Maret ini, Thailand bahkan telah menangguhkan seluruh ekspor energi ke negara tetangga, kecuali Laos dan Myanmar. Pemerintah juga mendorong masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam gerakan hemat energi, seperti berbagi kendaraan (carpooling), guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah krisis energi global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT