ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Beda Visi Soal Perang Iran, Koalisi Trump-Netanyahu Retak?

Sabtu, 14 Maret 2026 | 21:15 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disambut oleh Presiden Donald Trump saat tiba di West Wing Gedung Putih di Washington, 7 April 2025, di Washington.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disambut oleh Presiden Donald Trump saat tiba di West Wing Gedung Putih di Washington, 7 April 2025, di Washington. (AP/AP)

Washington, Beritasatu.com –  Meskipun menunjukkan koordinasi militer yang erat dalam dua minggu terakhir, keretakan mulai muncul antara Amerika Serikat dan Israel mengenai arah masa depan konflik dengan Iran. Presiden Donald Trump memberikan sinyal kuat untuk segera mengakhiri permusuhan, sebuah sikap yang bertolak belakang dengan ambisi jangka panjang Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Presiden Trump mengeklaim bahwa sebagian besar tujuan militer AS telah tercapai jauh lebih cepat dari rencana. Menteri Luar Negeri Marco Rubio menegaskan fokus Washington terbatas pada pelumpuhan program nuklir dan rudal Iran. Namun, di sisi lain, PM Netanyahu secara terbuka menyatakan bahwa "tujuan utama" Israel adalah penggantian rezim di Teheran.

"Trump mungkin sedang mempelajari pelajaran tertua: Memulai perang itu mudah, mengakhirinya itu sulit," ujar Ali Vaez, Direktur Proyek Iran di International Crisis Group.

Ia memperingatkan risiko penarikan mundur tanpa solusi diplomatik permanen.

ADVERTISEMENT

Perbedaan pendekatan ini mencapai puncaknya pada Senin (9/3/2026), ketika pemerintah AS menyatakan "tidak senang" atas serangan Israel ke fasilitas energi Iran tanpa persetujuan Washington. Gedung Putih khawatir serangan tersebut akan semakin memicu kemarahan Iran dan memperparah krisis global.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengakui adanya kemandirian operasional Israel. "Di mana terdapat perbedaan tujuan, mereka (Israel) bertindak secara independen," tuturnya dalam konferensi pers baru-baru ini.

Faktor utama yang menekan Trump adalah ekonomi domestik. Blokade Iran di Selat Hormuz telah melambungkan harga minyak dunia hingga melampaui US$ 100 per barel. Sebagai jalur yang mengalirkan 20% minyak global, stabilitas selat ini krusial bagi visi "America First" milik Trump.

"Jika perlu, Angkatan Laut AS dapat mengawal kapal tanker," ancam Trump melalui platform Truth Social. Meski demikian, langkah ini berisiko menyeret Washington ke dalam perang berkepanjangan yang sangat dihindari oleh para pemilih populis pendukung Trump.

Di dalam negeri, posisi kedua pemimpin sangat berbeda:

  • Israel: Sebanyak 82% warga mendukung perang, memperkuat posisi politik Netanyahu menjelang pemilu.
  • Serikat: Dukungan publik terus tergerus. Kelompok pendukung MAGA mendesak Trump fokus pada urusan domestik dan menghentikan "perang tanpa akhir" di Timur Tengah.


Israel kini berjuang seolah-olah setiap hari adalah hari terakhir, menyadari bahwa Trump bisa menghentikan dukungan udara kapan saja. Pekan depan, Utusan AS Steve Witkoff dijadwalkan terbang ke Israel guna membahas sinkronisasi operasi yang semakin hari semakin menjauh dari kesepakatan awal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

18.000 Tentara Pasukan Elite AS Siap Dikerahkan, Iran Jadi Target?

18.000 Tentara Pasukan Elite AS Siap Dikerahkan, Iran Jadi Target?

INTERNASIONAL
Cegah Pertumpahan Darah, Eks Perwira AS Minta Kapal USS Tripoli Pulang

Cegah Pertumpahan Darah, Eks Perwira AS Minta Kapal USS Tripoli Pulang

INTERNASIONAL
Eks Perwira AS Ungkap Nama Tentara Pelaku Serangan Sekolah di Iran

Eks Perwira AS Ungkap Nama Tentara Pelaku Serangan Sekolah di Iran

INTERNASIONAL
Tolak Rencana Damai AS, Iran Gencar Gempur Israel dan Teluk

Tolak Rencana Damai AS, Iran Gencar Gempur Israel dan Teluk

INTERNASIONAL
Iran Izinkan Kapal Non-Musuh Berlayar di Selat Hormuz

Iran Izinkan Kapal Non-Musuh Berlayar di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
AS Dikabarkan Siap Kirim 4.000 Tentara Elite ke Timur Tengah

AS Dikabarkan Siap Kirim 4.000 Tentara Elite ke Timur Tengah

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon