Eks Perwira AS Ungkap Nama Tentara Pelaku Serangan Sekolah di Iran
Minggu, 29 Maret 2026 | 11:04 WIB
Washington, Beritasatu.com – Mantan personel Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) sekaligus mantan perwira intelijen, Josephine Guilbeau, mengungkap kronologi sekaligus pihak-pihak yang disebut bertanggung jawab dalam serangan gabungan AS dan Israel terhadap Sekolah Minab di Iran, Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan sedikitnya 165 anak perempuan di sekolah tersebut.
Guilbeau memaparkan sejumlah nama personel militer AS yang ia klaim terlibat dan bertanggung jawab langsung dalam operasi militer itu. Nama-nama diungkap Guilbeau melalui sebuah video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @cptjosephineguilbeau.
Dalam video tersebut, ia mengutip laporan media AS terkait keterlibatan kapal perusak milik Angkatan Laut AS dalam serangan tersebut.
“NBC News melaporkan bahwa USS Spruance, sebuah kapal perusak rudal berpemandu menembak jatuh Tomahawk. Komandan Lay R Tate, Perwira Eksekutif Jeffrey E York, memimpin USS Spruance yang menembak jatuh Tomahawk dan menewaskan 165 gadis kecil,” ungkap Guilbeau, dikutip dari akun Instagram @cptjosephineguilbeau, Minggu (29/3/2026).
Guilbeau menambahkan, setelah peluncuran rudal tersebut, kapal perang yang sama kemudian melakukan pengisian ulang persenjataan di laut dengan kapal logistik militer USNS Henry Kaiser. Kapal tersebut kembali dipersiapkan untuk melanjutkan operasi militer.
Ia menyebut proses pengisian ulang senjata dilakukan beberapa kali dalam kurun waktu yang relatif dekat.
“Setelah itu, kapal perusak yang sama melakukan pengisian ulang di laut dengan kapal USNS Henry Kaiser yang kembali siap menembak. Pada tanggal 4 Maret, 10 Maret, dan 18 Maret, mereka mengisi ulang senjata api mereka,” katanya.
Kemudian Guilbeau menyoroti tidak adanya evaluasi maupun investigasi terhadap serangan tersebut. Ia mempertanyakan mengapa tidak ada proses peninjauan maupun pertanggungjawaban publik atas insiden yang menewaskan anak-anak tersebut.
“Mereka mengisi ulang senjata mereka. Tidak ada jeda untuk peninjauan serangan tersebut dan tidak ada jeda untuk penyelidikan. Tidak ada seruan agar komando ini hadir di hadapan Kongres dan melaporkan kepada rakyat Amerika mengapa kita baru saja mengebom sebuah sekolah padahal kita tahu itu adalah sekolah. Tidak ada apa-apa dan yang ada hanya sebuah keheningan dan kebohongan,” tegas Guilbeau.
Pada akhir pernyataannya, Guilbeau menegaskan dalam perang terhadap Iran yang telah memasuki pekan keempat ini, AS adalah teroris yang sesungguhnya.
“Siapa terorisnya? Siapa penjahat dalam cerita ini? Menurut definisi terorisme kita sendiri, dan saya dapat mengatakan ini sebagai mantan perwira kontraterorisme, kita adalah terorisnya. We are the bad guy,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




