Cegah Pertumpahan Darah, Eks Perwira AS Minta Kapal USS Tripoli Pulang
Minggu, 29 Maret 2026 | 12:08 WIB
Washington, Beritasatu.com – Mantan personel Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) sekaligus mantan perwira intelijen, Josephine Guilbeau, meminta Presiden AS Donald Trump untuk segera menginstruksikan kapal induk USS Tripoli yang dikerahkan ke Timur Tengah pada Jumat (27/3/2026) agar segera berbalik arah dan kembali ke Amerika Serikat.
Permintaan tersebut disampaikan Guilbeau melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @cptjosephineguilbeau. Ia memperingatkan pengerahan pasukan tersebut berpotensi memicu pertumpahan darah dan menelan banyak korban dari pihak militer AS.
Menurut Guilbeau, ribuan tentara elite AS tersebut berisiko tinggi hanya menjadi korban sia-sia jika perang dengan Iran terus meningkat. Ia menilai para prajurit berada pada posisi paling rentan dalam konflik tersebut.
“Sekarang, apa yang akan terjadi selanjutnya? Militer AS kita akan segera mati. Sebuah pertumpahan darah. Mereka berada di posisi paling bawah. Itulah kenyataannya. Dalam keseluruhan skema ini, tentara militer adalah pion dan budak bagi kaum elite, Epstein’s class,” ungkap Guilbeau, dikutip dari akun Instagram @cptjosephineguilbeau, Minggu (29/3/2026).
Dalam pernyataannya, Guilbeau juga secara langsung memperingatkan Kapten Patrick J Sullivan, komandan USS Tripoli. Ia menegaskan, kapal yang membawa sekitar 3.500 marinir, itu berpotensi menjadi korban jika operasi militer terus dilanjutkan.
Guilbeau bahkan dengan tegas meminta Sullivan untuk segera menghentikan pelayaran kapal dan memutar balik arah demi mencegah jatuhnya korban jiwa di pihak militer AS.
“Saya memanggil komandan USS Tripoli, Kapten Patrick J Sullivan untuk menghentikan kapal sekarang. Putar kapal sekarang. Anda akan terlibat dalam kejahatan perang dan kematian saudara-saudara kita, para marinir, marinir Anda. Darah dan kematian mereka akan berada di tangan Anda. Kapten J. Patrick J. Sullivan. Hentikan kapal. Sekarang, putar kapal. Putar USS Tripoli,” seru Guilbeau.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengonfirmasi mereka telah membawa 3.500 marinir ke Timur Tengah pada Jumat (27/3/2026) waktu setempat dengan menggunakan kapal induk USS Tripoli.
Hadirnya USS Tripoli, menurut The Independent, Minggu (29/3/2026) menandai babak baru dalam perkuatan militer AS di Timur Tengah. Sebagai kapal serbu amfibi kelas America kedua yang pernah dibangun, USS Tripoli membawa misi khusus untuk mempertahankan jalur perdagangan global dari ancaman serangan kapal-kapal Iran.
“Kapal ini tidak datang dengan tangan kosong. Ia mengangkut Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang merupakan pasukan elite siap tempur,” lapor The Independent.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




