ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Covax Akan Pasok 520 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Afrika

Jumat, 9 Juli 2021 | 08:58 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Pekerja memuat kotak vaksin Oxford/Astrazeneca Covid-19, bagian dari program Covax, ke dalam truk setelah mereka tiba dengan pesawat di Bandara Internasional Ivato di Antananarivo, Madagaskar, pada 8 Mei 2021.
Pekerja memuat kotak vaksin Oxford/Astrazeneca Covid-19, bagian dari program Covax, ke dalam truk setelah mereka tiba dengan pesawat di Bandara Internasional Ivato di Antananarivo, Madagaskar, pada 8 Mei 2021. (AFP/Dokumentasi)

Johannesburg, Beritasatu.com- Skema distribusi vaksin global Covax akan mengirimkan 520 juta dosis vaksin Covid-19 ke Afrika tahun 2021. Seperti dilaporkan Reuters, pernyataan itu disampaikan Aurelia Nguyen, Direktur Pelaksana Covax, pada Kamis (8/7/2021).

Saat konferensi pers yang diselenggarakan oleh wilayah Afrika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Nguyen mengatakan bahwa skema tersebut belum mengimbangi kemajuan penyediaan dosis sejauh ini. Tetapi pengiriman Cova harus ditingkatkan mulai September.

Fasilitas tersebut mengalami penundaan sebagian sebagai akibat dari pembatasan ekspor India yang mencegah Covax untuk mendapatkan dosis dari Serum Institute of India, salah satu produsen vaksin terbesar di dunia, yang membuat suntikan vaksin yang dikembangkan oleh Astrazeneca.

Nguyen mengatakan sejauh ini Covax telah mengirimkan sekitar 25 juta dosis ke 44 negara Afrika.

ADVERTISEMENT

Pada akhir kuartal pertama tahun 2022, Covax sekarang bertujuan untuk memasok hampir 850 juta dosis vaksin ke benua tersebut, yang memiliki tingkat vaksinasi Covid-19 terendah di seluruh dunia.

Pada Maret, CEO aliansi vaksin Gavi, salah satu organisasi co-leading Covax, mengatakan tujuannya adalah untuk memasok Afrika dengan 720 juta dosis pada tahun 2021.

Nguyen mengatakan Covax telah melakukan pembicaraan dengan pemerintah India dan Serum Institute. Pihak Covax mempertimbangkan dimulainya kembali pasokan dari India "menjelang akhir tahun ini" meskipun situasinya masih cair.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon