Lewat Covax, AS Akan Sumbang 25 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Afrika
Sabtu, 17 Juli 2021 | 15:24 WIB
Washington, Beritasatu.com- Amerika Serikat (AS) akan menyumbangkan 25 juta dosis vaksin ke 49 negara Afrika di bawah Covax. Seperti dilaporkan RT, Jumat (16/7/2021), pengiriman dilakukan saat infeksi dan kematian Covid-19 di benua itu meningkat secara dramatis.
Koordinator Departemen Luar Negeri AS untuk pemulihan Covid-19 dan kesehatan global, Gayle Smith, mengumumkan rencana tersebut dalam satu pernyataan pada hari Jumat. Dia mengatakan pengiriman vaksin itu dibuat dalam kemitraan dengan Uni Afrika dan Covax.
AS juga mengumumkan bahwa satu juta dosis vaksin tunggal Covid-19 buatan Johnson & Johnson akan tiba di Burkina Faso, Dijibouti dan Ethiopia dalam beberapa hari mendatang.
Vaksin akan dikirimkan melalui Covax, skema yang dibentuk untuk mengatasi ketidaksetaraan vaksin dan dijalankan bersama oleh Gavi, Dana Darurat Anak Internasional PBB, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi.
Direktur Pusat Pengendalian Penyakit Uni Afrika, John Nkengasong, menyatakan kesepakatan itu, menyebut rencana itu sebagai momen yang membanggakan bagi Afrika dalam memastikan akses yang adil ke vaksin Covid-19.
Sementara Utusan khusus Uni Afrika, Strive Masiyiwa, juga memuji pasokan vaksin AS, dengan mengatakan bahwa kesepakatan itu telah ditandatangani pada saat yang genting ketika semua orang menyaksikan gelombang ketiga di negara-negara Afrika.
Pada Kamis, WHO memperingatkan tingkat penyebaran Covid-19 yang mengkhawatirkan di seluruh benua Afrika, menyatakan bahwa jumlah kematian telah melonjak 43% dalam satu minggu, sementara satu juta kasus tercatat dalam rentang satu bulan.
Matshidiso Moeti, direktur regional WHO untuk Afrika, memperingatkan bahwa rumah sakit di wilayah yang paling rentan sedang "mencapai titik puncaknya". Rumah sakit di Afrika berjuang untuk mengatasi tanpa peralatan medis yang memadai untuk merawat pasien Covid.
Janji Washington baru-baru ini untuk menyumbangkan sekitar 80 juta dosis vaksinnya ke negara lain adalah pembalikan yang nyata dari kebijakan sebelumnya yang melarang ekspor bahan vaksin. Seorang juru bicara pemerintahan Biden mengatakan pada saat itu bahwa memprioritaskan peluncuran vaksin di Amerika bukan hanya kepentingan domestik, tetapi juga "kepentingan seluruh dunia."
Terlepas dari upaya skema Covax untuk membantu mengatasi ketidaksetaraan dalam akses ke vaksin Covid, dari 1,3 miliar penduduk Afrika, hanya 1,5% yang sepenuhnya diinokulasi. Data itu diungkap WHO Afrika yang diterbitkan pada 15 Juli.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




