ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sri Lanka Mulai Kehabisan Obat, Nyawa Pasien Terancam

Senin, 23 Mei 2022 | 13:18 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Gambar yang diambil pada 22 Mei 2022 ini menunjukkan kiriman bantuan kemanusiaan yang dipasok oleh India ke Sri Lanka di sebuah pelabuhan di Kolombo.
Gambar yang diambil pada 22 Mei 2022 ini menunjukkan kiriman bantuan kemanusiaan yang dipasok oleh India ke Sri Lanka di sebuah pelabuhan di Kolombo. (AFP)

Kolombo, Beritasatu.com – Sri Lanka mulai kehabisan obat-obatan akibat krisis ekonomi terburuk di negara itu, yang menurut para dokter akan mengancam banyak nyawa pasien. Banyak rumah sakit (RS) terpaksa menunda prosedur penyelamatan nyawa bagi pasien mereka karena tidak memiliki obat-obatan yang diperlukan.

Sri Lanka mengimpor lebih dari 80 persen pasokan medisnya tetapi dengan cadangan mata uang asing yang habis karena krisis, obat-obatan penting menghilang dari rak dan sistem perawatan kesehatan hampir runtuh.

Di rumah sakit kanker Apeksha di pinggiran ibu kota Sri Lanka, Kolombo, dengan kapasitas 950 tempat tidur, pasien, orang yang mereka cintai dan dokter merasa semakin tidak berdaya menghadapi kekurangan yang memaksa penangguhan tes dan penundaan prosedur termasuk operasi kritis.

Baca Juga: Sri Lanka Tidak Punya BBM Selama Beberapa Hari ke Depan

ADVERTISEMENT

"Sangat buruk bagi pasien kanker," kata Dr Roshan Amaratunga.

"Kadang-kadang, di pagi hari kami merencanakan beberapa operasi (tetapi) kami mungkin tidak dapat melakukannya pada hari itu ... karena (persediaan) tidak ada."

Jika situasinya tidak segera membaik, beberapa pasien akan menghadapi ancaman kematian, katanya.

Sri Lanka sedang bergulat dengan krisis ekonomi yang paling menghancurkan sejak kemerdekaan pada tahun 1948, yang disebabkan oleh Covid-19 yang menghancurkan ekonomi negara yang bergantung pada pariwisata. Kenaikan harga minyak global, pemotongan pajak populis, dan larangan impor pupuk kimia yang menghancurkan pertanian telah memperdalam krisis di negara itu.

Seorang pejabat pemerintah Sri Lanka yang bekerja pada pengadaan pasokan medis, mengatakan sekitar 180 item obat hampir habis, termasuk suntikan untuk pasien cuci darah, obat untuk pasien yang telah menjalani transplantasi dan obat kanker tertentu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Timnas Hoki Putri Indonesia Lolos Asian Games 2026

Timnas Hoki Putri Indonesia Lolos Asian Games 2026

SPORT
BBM Sri Lanka Melonjak 25 Persen, Operator Bus Siap Hentikan Layanan

BBM Sri Lanka Melonjak 25 Persen, Operator Bus Siap Hentikan Layanan

INTERNASIONAL
Perahu Mati Mesin Saat Melaut, Nelayan Aceh Terdampar ke Sri Lanka

Perahu Mati Mesin Saat Melaut, Nelayan Aceh Terdampar ke Sri Lanka

NUSANTARA
Sri Lanka Pulangkan 84 Jenazah Pelaut Iran Korban Serangan AS

Sri Lanka Pulangkan 84 Jenazah Pelaut Iran Korban Serangan AS

INTERNASIONAL
Kapal Perang Iran Diduga Diserang di Sri Lanka, 101 Pelaut Hilang

Kapal Perang Iran Diduga Diserang di Sri Lanka, 101 Pelaut Hilang

INTERNASIONAL
Safir Terbesar Dunia Ditemukan di Sri Lanka, Harga Tembus Rp 6 T

Safir Terbesar Dunia Ditemukan di Sri Lanka, Harga Tembus Rp 6 T

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon