Sri Lanka Pulangkan 84 Jenazah Pelaut Iran Korban Serangan AS
Jumat, 13 Maret 2026 | 18:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Sri Lanka akan memulangkan jenazah 84 pelaut Iran yang tewas setelah kapal fregat IRIS Dena tenggelam akibat serangan torpedo kapal selam Amerika Serikat di perairan internasional dekat Sri Lanka.
Kementerian Luar Negeri Sri Lanka menyatakan proses pemulangan jenazah akan dilakukan menggunakan pesawat sewaan yang dikirim oleh pemerintah Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Sri Lanka, Thushara Rodrigo, mengatakan keputusan pemulangan tersebut diumumkan pada Jumat (13/3/2026). Kedutaan Iran di Kolombo juga telah mengonfirmasi rencana repatriasi tersebut.
Insiden tersebut terjadi pada 4 Maret 2026 ketika kapal perang Iran IRIS Dena ditorpedo saat berlayar di perairan Samudra Hindia, tidak jauh dari wilayah Sri Lanka.
Peristiwa ini memperluas dampak konflik Timur Tengah hingga ke kawasan Samudra Hindia dan menuai kritik karena dianggap melanggar hukum internasional.
Rodrigo juga menyampaikan bahwa 32 pelaut Iran yang berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Sri Lanka akan tetap berada di negara tersebut.
“Sebanyak 32 pelaut yang diselamatkan oleh angkatan laut kami akan tetap berada di Sri Lanka,” kata Rodrigo.
Sementara itu, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) telah dihubungi terkait penanganan pelaut yang mengalami luka-luka, meskipun lembaga tersebut tidak terlibat dalam proses pemulangan jenazah.
Di sisi lain, kapal perang Iran lainnya, IRIS Bushehr, diizinkan memasuki perairan Sri Lanka sehari setelah tenggelamnya IRIS Dena. Kapal tersebut membawa 219 awak dan kini berada di bawah perlindungan otoritas Sri Lanka.
Para pejabat Sri Lanka menyebutkan hingga saat ini belum ada pembahasan terkait pemulangan awak kapal Bushehr maupun pelaut yang diselamatkan dari Dena. Namun mereka memastikan seluruh awak kapal diperlakukan sesuai dengan kewajiban internasional yang berlaku.
Dari total 32 pelaut yang diselamatkan, sebanyak 22 orang telah dipulangkan dari rumah sakit dan ditempatkan di pangkalan angkatan udara di wilayah selatan Sri Lanka. Secara keseluruhan, Sri Lanka saat ini menampung sekitar 251 pelaut Iran.
Sementara itu, kapal Iran ketiga dilaporkan telah meninggalkan wilayah Sri Lanka dan berlabuh di pelabuhan Kochi, India selatan. Kapal tersebut membawa 183 awak yang kini berada dalam pengawasan otoritas India.
Pemerintah Sri Lanka dan India menyatakan perlindungan terhadap para pelaut Iran diberikan atas pertimbangan kemanusiaan, mengingat kekhawatiran mereka dapat menjadi korban serangan lanjutan di tengah konflik yang masih berlangsung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




