Kapal Perang Iran Diduga Diserang di Sri Lanka, 101 Pelaut Hilang
Rabu, 4 Maret 2026 | 21:02 WIB
Sri Jayewardenepura Kotte, Beritasatu.com – Sebanyak 101 pelaut dilaporkan hilang setelah sebuah kapal perang Iran diduga diserang oleh kapal selam asing saat berlayar di dekat Sri Lanka pada Rabu (4/3/2026).
Selain itu, mengutip Daily Mirror, berdasarkan laporan media setempat, 78 pelaut lainnya terluka dalam insiden tersebut, sementara identitas para pelaut tersebut masih belum diketahui.
Juru Bicara Angkatan Laut Sri Lanka Buddhika Sampath mengatakan, beberapa jenazah yang diduga berasal dari kapal yang tenggelam tersebut telah ditemukan.
“Kami menemukan orang-orang mengambang di air dan menyelamatkan mereka. Kemudian, setelah kami menyelidiki, kami mengetahui mereka berasal dari kapal perang Iran. Kami segera memindahkan mereka ke Rumah Sakit Pendidikan Karapitiya, tempat mereka menjalani perawatan,” ungkap Sampath, dikutip dari News Wire, Rabu (4/3/2026).
“Kami menduga jenazah-jenazah tersebut juga milik kapal yang sama karena ditemukan di area yang telah ditandai,” tambahnya.
Kapal perang tersebut tenggelam di lepas pantai selatan Sri Lanka, dan angkatan laut serta angkatan udara negara itu terlibat dalam operasi penyelamatan gabungan untuk menyelamatkan awak kapal IRIS Dena di lepas pantai kota Galle.
Sebelumnya, pihak berwenang menyatakan operasi difokuskan pada evakuasi awak kapal setelah kapal mengirimkan panggilan darurat yang menyebut telah terkena serangan. IRIS Dena adalah fregat (kapal perang cepat dan lincah berukuran menengah hingga besar) kelas moudge yang bertugas di Armada Selatan Angkatan Laut Iran.
Para korban luka saat ini dirawat di Rumah Sakit Karapitiya, Galle. Sampath mengatakan ketika angkatan laut menanggapi panggilan darurat sebuah kapal tidak dapat ditemukan, hanya jejak tumpahan minyak yang terlihat.
“Kami akan melakukan investigasi teknis setelah operasi pencarian dan penyelamatan. Sebagai Angkatan Laut Sri Lanka, kami sepenuhnya menolak laporan-laporan ini,” katanya, menanggapi klaim kapal tersebut diserang oleh kapal selam asing.
Sebelum insiden, IRIS Dena diketahui baru saja berpartisipasi dalam latihan angkatan laut multinasional Milan 2026 dan tinjauan armada di Visakhapatnam, India.
Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik Iran-AS-Israel yang dimulai Sabtu (28/2/2026). Serangan udara gabungan Israel dan AS tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan setidaknya 786 orang lainnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




