ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jawa Barat Tertinggi Kasus TBC, Target 234.000 Penanganan pada 2025

Kamis, 12 Juni 2025 | 07:36 WIB
SJ
HH
Penulis: Saepul Jaenudin | Editor: HP
 Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat, dr Vini Adiani Dewi
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat, dr Vini Adiani Dewi (Beritasatu.com/Saepul Jaenudin)

Bogor, Beritasatu.com - Provinsi Jawa Barat (Jabar) mencatat jumlah kasus tuberkulosis (TBC) tertinggi di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat, dr Vini Adiani Dewi dalam kegiatan sosialisasi TBC di Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

“Jawa Barat tercatat tertinggi pengidap TBC di Indonesia, dengan Kabupaten Bogor dan Cirebon sebagai wilayah dengan jumlah kasus terbanyak,” ujar dr Vini, Rabu (11/6/2025).

Vini menjelaskan, tingginya angka TBC di Bogor relevan karena jumlah penduduknya yang sangat besar.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, semakin banyak kasus TBC yang terdeteksi, maka semakin besar peluang untuk pengobatan dan pencegahan.

“Semakin banyak ditemukan, semakin baik untuk mencegah dan memutus rantai penularan,” jelasnya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar menargetkan 234.000 kasus TBC ditemukan dan ditangani di seluruh kabupaten/kota selama 2025.

Vini mengajak masyarakat untuk segera memeriksakan diri bila mengalami gejala, seperti batuk kronis, demam, dan penurunan berat badan, karena obat TBC disediakan gratis dan bisa menyembuhkan.

“Masyarakat Jabar jangan menunggu parah, segera periksa ke fasilitas kesehatan karena pengobatan TBC gratis,” tegasnya.

TBC Harus Ditangani Serius

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, TBC masih menjadi penyakit mematikan secara global. Ia menyebut setiap 5 menit, dua nyawa melayang karena TBC.

“Penanganan cepat sangat penting. Saat kasus ditemukan, saat itu juga pencegahan bisa dimulai,” tegas Menkes Budi.

Menurut Budi, dari sekitar satu juta orang pengidap TBC di Indonesia, baru 850.000 kasus yang berhasil ditemukan. Ia juga menyayangkan masih adanya stigma negatif yang membuat pasien enggan berobat.

“Banyak pasien malu berobat, padahal bila ditangani cepat bisa sembuh,” tuturnya.

Pemerintah pusat dan daerah menegaskan pentingnya deteksi dini, pencegahan, dan pengobatan. TBC adalah penyakit yang bisa disembuhkan, dan pengobatannya gratis.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah Percepat Deteksi Dini Penyakit TBC

Pemerintah Percepat Deteksi Dini Penyakit TBC

NASIONAL
Wamenkes Benjamin dan Gubernur Pramono Bersinergi Tekan Kasus TBC

Wamenkes Benjamin dan Gubernur Pramono Bersinergi Tekan Kasus TBC

JAKARTA
Pemkot Tangsel Fokus Tekan Kasus TBC dengan Skrining dan Pengobatan

Pemkot Tangsel Fokus Tekan Kasus TBC dengan Skrining dan Pengobatan

BANTEN
3.180 Orang Terjangkit TBC di Pandeglang

3.180 Orang Terjangkit TBC di Pandeglang

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon