ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Percepat Deteksi Dini Penyakit TBC

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:13 WIB
CN
IC
Penulis: Chandra Adi Nurwidya | Editor: CAH
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus (Dok UMY/Dok UMY)

Yogyakarta, Beritasatu.com – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyebut Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia dengan jumlah kasus Tuberkulosis (TBC) tertinggi setelah India. Bahkan, jika dilihat dari rasio jumlah penduduk, angka kasus TBC di Indonesia dinilai lebih tinggi.

Hal tersebut disampaikan Benjamin saat menghadiri Ceremony Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis yang dirangkai dengan kegiatan skrining TBC terhadap 200 warga Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan, mahasiswa, serta perguruan tinggi, termasuk Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

ADVERTISEMENT

“Saat ini Indonesia berada di peringkat kedua dunia kasus TBC tertinggi setelah India. Bahkan jika dibandingkan rasio per penduduk, angka kita lebih tinggi. Karena itu presiden menugaskan kami untuk serius membereskan TBC,” tegas Benjamin, Kamis (29/1/2026).

Benjamin menambahkan, percepatan eliminasi TBC menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang masuk dalam delapan program hasil terbaik cepat di bidang kesehatan.

Ia menjelaskan, penanganan TBC tidak bisa hanya dibebankan pada sektor kesehatan. Pemerintah melibatkan 31 kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian Desa, Kementerian Dalam Negeri, TNI–Polri, hingga Kementerian Perumahan, mengingat faktor lingkungan dan hunian sangat memengaruhi penularan TBC.

“Rumah tanpa ventilasi di daerah lembap bisa menyimpan kuman TBC berbulan-bulan tetapi terkena sinar matahari 15–30 menit, kumannya bisa mati. Maka intervensi lingkungan menjadi sangat penting,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, di Kabupaten Kulon Progo baru ditemukan 429 kasus TBC dari estimasi lebih dari 800 kasus. Artinya, masih terdapat ratusan penderita yang belum terdeteksi dan berpotensi menularkan penyakit di masyarakat. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan ACF melalui penelusuran aktif kasus TBC.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Target Temukan 21.744 Kasus TBC, Gresik Gelar Rontgen Gratis

Target Temukan 21.744 Kasus TBC, Gresik Gelar Rontgen Gratis

JAWA TIMUR
Belasan Warga Badui Positif TBC, Obat Sulit Didapat

Belasan Warga Badui Positif TBC, Obat Sulit Didapat

BANTEN
Prabowo Jadikan Penurunan Kasus TBC Prioritas Nasional

Prabowo Jadikan Penurunan Kasus TBC Prioritas Nasional

NASIONAL
Makassar Masuk Zona TBC, 60.000 Warga Diperiksa

Makassar Masuk Zona TBC, 60.000 Warga Diperiksa

LIFESTYLE
Dinkes Sumedang Kejar Target Eliminasi TBC 2030, 3.000 Kasus Ditemukan

Dinkes Sumedang Kejar Target Eliminasi TBC 2030, 3.000 Kasus Ditemukan

LIFESTYLE
Darurat TBC, Karawang Sasar 5.000 Sampel Pemeriksaan di 30 Kecamatan

Darurat TBC, Karawang Sasar 5.000 Sampel Pemeriksaan di 30 Kecamatan

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon