ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Target Temukan 21.744 Kasus TBC, Gresik Gelar Rontgen Gratis

Rabu, 22 April 2026 | 20:40 WIB
AF
IC
Penulis: Anis Firmansah | Editor: CAH
Pasien saat pemeriksaan skrining kesehatan paru-paru dan layanan cek kesehatan gratis (CKG) sebagai upaya mitigasi penyakit menular. (Beritasatu/Anis Firmansah)
Pasien saat pemeriksaan skrining kesehatan paru-paru dan layanan cek kesehatan gratis (CKG) sebagai upaya mitigasi penyakit menular. (Beritasatu/Anis Firmansah) (Beritasatu.com/Anis Firmansyah)

Gresik, Beritasatu.com - Guna memetakan dan menemukan kasus tuberkulosis (TBC) secara dini, puluhan warga di Kecamatan Gresik mengikuti skrining kesehatan paru-paru gratis di Balai Kelurahan Kroman, Rabu (22/4/2026). 

Mitra penyelenggara koordinator Stop TB Partnership Indonesia (STPI) Gresik, Anggiat, mengungkap kegiatan ini menyasar 200 peserta per hari untuk menargetkan temuan kasus tuberkulosis. 

“Kami menargetkan temuan sebanyak 21.744 kasus di Kabupaten Gresik. Selain rontgen, warga juga mendapatkan layanan cek kesehatan gratis (CKG) sebagai upaya mitigasi penyakit menular,” katanya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, dokter penanggung jawab TBC, Lela, mengatakan layanan ini sebagai salah satu upaya bersama antara pemerintah dan lembaga terkait dalam rangka menanggulangi kasus TBC. "Maka harapannya dengan melakukan skrining sistematis tuberkulosis atau disingkat SSTB ini dapat menekan kasus dan penularan TBC," kata Lela. 

Peserta yang mengikuti SSTB ini diprioritaskan kepada pasien yang beresiko terkena atau tertular virus tuberkulosis oleh lingkungannya. Sejumlah pasien dengan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes juga menjadi prioritas melalukan SSTB. 

"Kemudian pasien-pasien populasi tertentu seperti penyandang ODHA," jelasnya. 

Menurut Lela, peserta akan dilakukan foto rontgen untuk selanjutnya diperiksa apakah ada gejala penyakit tuberkulosis. Apabila mengarah ke tuberkulosis, ia menyebut akan dilanjutkan prosedur pemeriksaan kulit untuk mendeteksi paparan kuman tuberkulosis atau tes mantoux untuk menentukan apakah pasien betul-betul terpapar tuberkulosis atau tidak.

"Jadi nanti ada pengobatannya kalau memang itu positif. Kalau yang negatif tetapi beresiko atau dia ada kontak erat, biasanya kita berikan namanya terapi pencegahan tuberkulosis (TPT)," jelasnya. 

Menurut dia, penyebaran kasus tuberkulosis ini paling banyak disebabkan oleh budaya kumpul-kumpul tanpa disertai masker saat bersama pasien tuberkulosis. 

"Kebanyakan pasien-pasien yang datang skrining karena penyakit kronis. Jadi yang punya riwayat diabet sama darah tinggi gitu. Lainnya yang pernah kontak erat berhubungan dengan pasien TBC di keluarganya," paparnya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Belasan Warga Badui Positif TBC, Obat Sulit Didapat

Belasan Warga Badui Positif TBC, Obat Sulit Didapat

BANTEN
Prabowo Jadikan Penurunan Kasus TBC Prioritas Nasional

Prabowo Jadikan Penurunan Kasus TBC Prioritas Nasional

NASIONAL
Pemerintah Percepat Deteksi Dini Penyakit TBC

Pemerintah Percepat Deteksi Dini Penyakit TBC

NASIONAL
Makassar Masuk Zona TBC, 60.000 Warga Diperiksa

Makassar Masuk Zona TBC, 60.000 Warga Diperiksa

LIFESTYLE
Dinkes Sumedang Kejar Target Eliminasi TBC 2030, 3.000 Kasus Ditemukan

Dinkes Sumedang Kejar Target Eliminasi TBC 2030, 3.000 Kasus Ditemukan

LIFESTYLE
Darurat TBC, Karawang Sasar 5.000 Sampel Pemeriksaan di 30 Kecamatan

Darurat TBC, Karawang Sasar 5.000 Sampel Pemeriksaan di 30 Kecamatan

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon