Makassar Masuk Zona TBC, 60.000 Warga Diperiksa
Rabu, 14 Januari 2026 | 08:30 WIB
Makassar, Beritasatu.com - Di balik geliat kota metropolitan Sulawesi Selatan, ancaman tuberkulosis (TBC) masih membayangi ribuan rumah tangga. Kota Makassar masuk dalam wilayah prioritas nasional karena termasuk delapan provinsi dengan jumlah kasus TBC tertinggi di Indonesia.
Bersama Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Jakarta, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan menjadi fokus utama pemerintah dalam perang melawan penyakit menular yang telah lama menjadi momok kesehatan masyarakat ini.
Berdasarkan data 2025, tercatat 9.885 kasus TBC di Kota Makassar yang telah mendapatkan pengobatan. Namun, bagi Kementerian Kesehatan, angka ini bukanlah akhir, melainkan titik awal.
“Kalau ada 9.885 kasus, berarti ada hampir 9.800 rumah yang harus dikunjungi,” ujar Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus kepada wartawan seusai meninjau Puskesmas Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Selasa (13/1/2026).
Setiap rumah akan menjadi titik pemeriksaan. Seluruh anggota keluarga penderita tidak hanya diperiksa TBC, tetapi juga gula darah, tekanan darah, hingga rontgen untuk mendeteksi penyakit lain seperti diabetes dan hipertensi.
Sebagai dukungan nyata, Kementerian Kesehatan menyiapkan alat rontgen portabel untuk daerah prioritas, termasuk Kota Makassar. Alat ini ringan, hanya sekitar tiga kilogram, dan bisa dibawa ke kelurahan hingga rumah warga.
“Khusus Makassar, target awal 20 unit rontgen portabel. Satu alat bisa melayani sekitar 3.000 pasien,” jelasnya.
Dengan kapasitas pelayanan sekitar 50 pasien per hari, diperkirakan hingga 60.000 warga Makassar dapat menjalani pemeriksaan sepanjang 2026.
Kunjungan Wamenkes juga menyoroti inovasi Pemerintah Kota Makassar bertajuk “Hantu Mesra” atau hunting tuberkulosis dengan metode mengetuk sayang rumah warga.
Program ini mengubah pendekatan lama. Petugas kesehatan tidak lagi menunggu pasien datang, tetapi aktif mendatangi rumah warga untuk mendeteksi dini TBC sekaligus memberikan edukasi.
Meski belum menetapkan angka pasti, pemerintah optimistis dampak intervensi ini akan terasa dalam tiga tahun ke depan.
“Harapan kami, pada 2027 atau 2028 kasus TBC di Makassar sudah menurun signifikan,” tambahnya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyebut, program ini lahir dari kenyataan pahit di lapangan.
“Banyak warga tidak mau diperiksa atau takut diketahui sakit. Dengan mengetuk pintu rumah warga, ini menjadi jalan keluar yang sangat efektif,” katanya.
Munafri mengapresiasi dukungan pemerintah pusat yang dinilai menjadi energi tambahan bagi daerah.
Ia menegaskan, puskesmas di Makassar, termasuk Puskesmas Ballaparang terus didorong berinovasi agar layanan kesehatan makin dekat dan mudah diakses masyarakat.
Munafri bahkan menargetkan, dengan kolaborasi lintas sektor dan pendekatan jemput bola, penuntasan TBC di Makassar bisa tercapai sebelum 2029.
Melalui ketukan pintu yang penuh empati, Makassar tak sekadar mencari angka, tetapi menyelamatkan kehidupan satu rumah, satu keluarga, dan satu masa depan yang lebih sehat.
“Support dari pak wamen luar biasa. Ini menjadi semangat bagi kami untuk menyelesaikan persoalan TBC di Kota Makassar,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




