ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Risiko Penularan Tinggi, Pemkab Gresik Fokus Pencegahan TBC di Ponpes

Sabtu, 13 Desember 2025 | 10:35 WIB
AF
RA
Penulis: Anis Firmansah | Editor: RP
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mencatat sebanyak 205 lembaga pondok pesantren menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan TBC.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mencatat sebanyak 205 lembaga pondok pesantren menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan TBC. (Freepik.com/Pressfoto)

Gresik, Beritasatu.com - Lingkungan pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dinilai memiliki risiko penularan tuberkulosis (TBC) yang tinggi. Sebagai daerah yang dijuluki Kota Santri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mencatat sebanyak 205 lembaga ponpes menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan penyakit menular tersebut. 

Salah satu pejabat Pemkab Gresik, Yani, mengatakan lingkungan ponpes memiliki tingkat kerentanan yang lebih tinggi terhadap penularan TBC. Karena itu, edukasi dan upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Pondok pesantren memiliki risiko penularan yang lebih tinggi. Karena itu, edukasi dan pencegahan harus terus dilakukan,” kata Yani, dalam keterangannya resminya, dikutip Sabtu (13/12/2025).

ADVERTISEMENT

Yani mengimbau para wali santri agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan anak-anaknya selama berada di lingkungan pondok pesantren. Ia meminta wali santri segera memeriksakan anak yang menunjukkan gejala TBC ke puskesmas terdekat.

Apabila fasilitas pemeriksaan terdekat belum tersedia, maka sampel yang bersangkutan akan dikirim ke puskesmas yang telah memiliki alat deteksi TBC lengkap. Yani mengatakan, Pemkab Gresik memiliki 10 unit puskesmas dengan sistem one stop service yang menangani pemeriksaan TBC secara lengkap, gratis, dan tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit. 

“Saat ini ada 10 puskesmas dengan sistem one stop service yang menangani pemeriksaan TBC secara lengkap, gratis, dan tanpa perlu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina,” jelasnya.

Yani juga mengingatkan pengelola pesantren untuk menjaga lingkungan tetap sehat dengan memastikan pencahayaan dan ventilasi udara yang memadai, membatasi jumlah santri dalam satu kamar, serta membiasakan para santri berolahraga minimal 30 menit setiap hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik Mukhibatul Khusnah menekankan pihaknya menargetkan percepatan eliminasi TBC lebih awal.

“Kami menargetkan pada 2028 angka kasus turun menjadi 65 per 100.000 penduduk. Saat ini masih berada pada 199 per 100.000 penduduk. Maka upaya pencegahan harus dilakukan bersama-sama,” ungkapnya. 

Berbagai strategi terus dijalankan oleh Dinas Kesehatan Gresik, mulai dari pendampingan pasien TBC, skrining pada kasus stunting, hingga kerja sama dengan tim penggerak PKK di berbagai wilayah. Selain itu, pemeriksaan dahak menggunakan tes cepat molekuler (TCM) yang sekarang telah tersedia di 10 puskesmas di Gresik dan dapat diakses secara gratis.

Khusnah mengingatkan, meski TBC merupakan penyakit menular, namun masyarakat tidak perlu memberikan stigma berlebihan terhadap penderitanya.

"Pencegahan dilakukan dengan menjaga diri, menjaga lingkungan dan yang lebih penting, tidak mendiskriminasi," pungkasnya. 

TBC merupakan penyakit menular yang bisa menyerang hampir seluruh organ tubuh. Penyakit ini memerlukan pengobatan rutin hingga sembuh total dan berpotensi berakibat fatal apabila tidak ditangani secara serius.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon