6.596 Jiwa di 13 Kecamatan Terdampak Banjir di Karawang
Senin, 19 Januari 2026 | 09:59 WIB
Karawang, Beritasatu.com - Banjir kembali meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Senin (19/1/2026). Genangan air terjadi di berbagai kecamatan dan berdampak signifikan terhadap permukiman warga.
Bencana ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Karawang selama tiga hari berturut-turut, ditambah dengan meluapnya Sungai Citarum dan Sungai Cibeet dari wilayah hulu.
Luapan dua sungai besar tersebut menyebabkan air masuk ke kawasan permukiman dengan ketinggian yang bervariasi. Sejumlah desa bahkan mengalami banjir cukup parah hingga memaksa warga mengungsi.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, banjir tercatat terjadi di 20 desa dan kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Karawang. Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan dan pemantauan di lokasi terdampak.
BPBD Karawang mencatat, banjir berdampak pada 2.075 keluarga atau sekitar 6.596 jiwa. Dari jumlah tersebut, terdapat 98 balita dan 77 lansia yang masuk dalam kelompok rentan dan membutuhkan perhatian khusus.
Selain itu, sebanyak 1.677 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian muka air mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 3 meter di titik terdalam.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyedotan air di sejumlah lokasi genangan untuk mempercepat surutnya banjir.
“Asesmen sudah dilakukan, dan kami juga telah melakukan penanganan banjir dengan penyedotan air menggunakan mesin pompa di beberapa lokasi,” kata Usep, Minggu (18/1/2026).
Sementara itu, kondisi banjir memaksa sebagian warga meninggalkan rumah mereka. Salah seorang warga Desa Karangligar, Wardi mengungkapkan, rumahnya telah terendam banjir selama tiga hari terakhir.
“Saat ini mau melihat rumah yang terendam banjir sejak tiga hari terakhir,” kata Wardi.
Menurutnya, ketinggian air di rumahnya mencapai tiga meter. Ia bersama keluarganya kini tinggal di tempat pengungsian.
Wardi mengaku banjir datang secara tiba-tiba pada Sabtu (17/1/2026) pukul 02.00 WIB dini hari, sehingga ia tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya.
BPBD Karawang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan masih cukup tinggi di wilayah hulu. Warga diminta segera melapor kepada aparat desa atau petugas jika kondisi air kembali meningkat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




