3 Alasan Bima Arya Usul Jabodetabek Terapkan PSBB Jilid I
Minggu, 27 Juni 2021 | 18:43 WIB
Bogor, Beritasatu.com - Wali Kota Bogor Bima Arya mengusulkan ke pemerintah pusat agar wilayah Jabodetabek kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid pertama. Salah satu dari tiga indikator yakni kepatuhan masyarakat saat ini cenderung abai.
Bima menyebut, ada tiga faktor yang membuat kasus Covid-19 di wilayah Jabodetabek yakni, mobilitas masyarakat yang tidak terkendali, kepatuhan protokol masyarakat yang abai, juga adanya varian baru Covid-19 yang tingkat penyerbarannya masif.
"Saya kira ada beberapa faktor meningkatnya kasus di Jabodetebek seperti mobilitas masyarakat, termasuk mudik, kerja dan rekreasi dan sebagainya. Kedua, ketidakpatuhan prokes, ketiga varian baru memang sudah nyata ada di sekitar kita. Kombinasi ketiga faktor itu kasus-kasus meningkat," kata Bima, Minggu (27/6/2021).
Bima menilai, PPKM yang terapkan saat ini terlihat belum maksimal untuk mengatasi persoalan yang semakin berat.
Kata dia, PPKM tidak akan efektif apabila tidak bersamaan dengan pembatasan yang lebih ketat lagi dalam kebijakan yang lebih makro.
"Jadi selama ini PPKM yang berjalan di wilayah tidak akan mampu untuk mengatasi persoalan ketika tidak diimbangi dengan kebijakan yang lebih tegas dan ketat di wilayah makro," katanya.
Meningkatnya kasus Covid-19 juga berimbas kepada tenaga kesehatan yang terpapar positif. Terkini, sebanyak 333 tenaga kesehatan di Kota Bogor dilaporkan positif Covid-19. Kata Bima, angka itu bisa terus bertamabah seiring dengan penambahan kasus dan berdampak kurang maksimalnya penanganan pandemi Covid-19 Kota Bogor.
"Saya kira kita melontarkan ini, karena kita di lapangan melihat data seperti itu. Jadi sebaiknya mengambil keputusan yang cepat kalau tidak semakin banyak korban berjatuhan," kata Bima.
Sebelumnya, Bima Arya mengusulkan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) kembali menerapkan pembatasan ketat.
"Situasi Covid-19 sudah sangat mengkhawatirkan. Sudah nyaris melampaui kapasitas kita semua untuk menangani. Kalau tidak ada langkah-langkah yang luar biasa. Untuk itu, saya usulkan ke pemerintan pusat untuk menerapkan pembatasan kembali secara ketat," kata Bima.
Kata dia, penerapan PSBB awal dengan pembatasan mobilisasi orang, penutupan tempat usaha, atau pembatasan aktivitas dianggap solusi dan bisa menekan laju peningkatan kasus Covid-19.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




