ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kapolda Pastikan Kondisi Jateng Aman, Tak Ada Konflik

Selasa, 29 Juli 2025 | 09:51 WIB
S
S
Penulis: Sukarjito | Editor: JTO
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo saat rapat koordinasi lintas sektor pengiatan sinergi penanggulangan konflik di Semarang, Senin 28 Juli 2025.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo saat rapat koordinasi lintas sektor pengiatan sinergi penanggulangan konflik di Semarang, Senin 28 Juli 2025. (Antara/Humas Polda Jateng)

Semarang, Beritasatu.com- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayahnya dalam keadaan aman dan terkendali.

Hal itu disampaikan saat rapat koordinasi lintas sektor penguatan sinergi penanggulangan konflik yang digelar di Semarang, Senin (28/7/2025) seperti dilansir Antara.

"Selama 2024, tercatat 27 kasus konflik sosial di Jawa Tengah. Jumlah ini menurun 8,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Kapolda.

ADVERTISEMENT

Sementara untuk 2025, konflik yang tercatat masih didominasi oleh gesekan antarorganisasi masyarakat, perguruan pencak silat, dan suporter sepak bola. Kapolda menegaskan bahwa potensi konflik seperti ini harus dimitigasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih luas.

"Kedamaian bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, tetapi hasil dari perjuangan dan kerja sama semua pihak," tegasnya.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat yang turut hadir dalam rapat tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah Polda Jateng dalam menjaga stabilitas keamanan.

"Meski dikenal sebagai daerah yang toleran, dinamika sosial di Jawa Tengah tetap perlu diwaspadai. TNI siap mendukung Polri dalam penegakan hukum dan menjaga wilayah dari konflik horizontal," ujar Pangdam.

Ia juga menekankan pentingnya peran tiga pilar yakni TNI, Polri, dan pemerintah daerah sebagai garda terdepan dalam mencegah konflik dan menjaga harmoni sosial di masyarakat.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai elemen pemerintahan, tokoh masyarakat, serta unsur keamanan sebagai bagian dari penguatan sinergi untuk menjaga stabilitas sosial dan mendorong pembangunan daerah yang damai dan inklusif.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT