Polda Jateng Akan Lakukan One Way Lokal, Catat Waktunya!
Senin, 9 Maret 2026 | 20:19 WIB
Semarang, Beritasatu.com - Pemerintah bersama Kepolisian menetapkan penerapan sistem satu arah atau one way nasional untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Rekayasa lalu lintas tersebut akan diberlakukan di ruas tol utama dari Jakarta hingga Jawa Tengah.
Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengatakan one way nasional untuk arus mudik dijadwalkan mulai Selasa (17/3/2026) pukul 12.00 hingga Jumat (20/3/2026) pukul 24.00. Sistem tersebut diterapkan dari kilometer 70 ruas Tol Jakarta–Cikampek hingga kilometer 421 ruas Tol Semarang–Solo.
“Selain adanya one way nasional yang dikendalikan oleh Kakorlantas dari Jakarta, kami juga melakukan kegiatan one way lokal,” ujar Artanto di Mapolda Jawa Tengah, Senin (9/3/2026).
Selain rekayasa nasional, kepolisian juga menyiapkan penerapan one way lokal di wilayah Jawa Tengah. Sistem ini dapat diterapkan dari Gerbang Tol Kalikangkung menuju ruas Tol Semarang ABC, Banyumanik, Ungaran, Bawen, Salatiga, hingga Boyolali.
Menurut Artanto, penerapan one way lokal dilakukan berdasarkan diskresi kepolisian dengan mempertimbangkan indikator kepadatan arus lalu lintas di lapangan.
“One way lokal ini berdasarkan diskresi kepolisian. Direktur Lalu Lintas akan memantau kepadatan arus lalu lintas di wilayah Jawa Tengah sebelum diberlakukan,” katanya.
Sementara itu, untuk arus balik, sistem one way nasional akan diberlakukan dari KM 421 ruas Tol Semarang–Solo hingga kilometer 70 ruas Tol Jakarta–Cikampek mulai Senin (23/3/2026) pukul 12.00 hingga Minggu (29/3/2026) pukul 24.00.
Penerapan rekayasa lalu lintas tersebut merupakan bagian dari Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kakorlantas Polri, dan Direktur Jenderal Bina Marga. Selain one way, kebijakan tersebut juga mengatur penerapan sistem ganjil genap selama periode mudik dan arus balik.
“Selain one way, nanti juga ada ganjil genap yang mengikuti jalur rekayasa lalu lintas dalam sistem tersebut,” jelas Artanto.
Berdasarkan hasil survei sejumlah instansi terkait, arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diprediksi berlangsung pada 14–15 Maret 2026, sedangkan gelombang kedua pada 18–19 Maret 2026.
Adapun arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.
Artanto menjelaskan pola pergerakan tersebut dipengaruhi kebijakan fleksibilitas waktu kerja yang memberikan ruang waktu lebih panjang bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik.
Selain itu, pemerintah juga menerapkan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang selama periode mudik Lebaran. Pembatasan berlaku mulai Jumat (13/3/2026) pukul 12.00 hingga Minggu (29/3/2026) pukul 24.00 di ruas tol maupun nontol di wilayah Jawa Tengah.
Kendaraan yang dibatasi antara lain truk dengan sumbu tiga ke atas, kendaraan dengan kereta tempelan atau gandengan, serta kendaraan pengangkut hasil galian seperti pasir, batu, tanah, dan bahan bangunan.
Namun, beberapa kendaraan tetap diperbolehkan beroperasi, seperti kendaraan pengangkut bahan bakar minyak dan gas, kendaraan pembawa hewan ternak, pupuk, pakan ternak, bahan pokok penting, kendaraan pengiriman uang, kendaraan program angkutan sepeda motor gratis, serta kendaraan untuk penanganan bencana.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan kondisi fisik, kelengkapan dokumen kendaraan, serta kesiapan kendaraan sebelum berangkat.
“Perhatikan juga ketersediaan BBM. Jika mengisi bahan bakar saat kondisi mendesak, biasanya pemudik harus keluar tol dan antre panjang, yang justru dapat memicu kemacetan,” kata Artanto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




