ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Masjid Tua Al-Alawi Kediri, Warisan Sejarah Islam sejak Abad ke-17

Selasa, 11 Maret 2025 | 12:00 WIB
AF
R
Penulis: Anis Firmansah | Editor: RZL
Masjid Tua Al-Alawi yang terletak di Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kediri, Jawa Timur,
Masjid Tua Al-Alawi yang terletak di Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kediri, Jawa Timur, (Beritasatu.com/Anis Firmansah)

Kediri, Beritasatu.com - Masjid Tua Al-Alawi yang terletak di Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kediri, Jawa Timur, merupakan saksi bisu lahirnya para ulama dan pondok pesantren di wilayah tersebut. Berdiri sejak abad ke-17, masjid ini masih kokoh hingga kini.

Masjid Al-Alawi didirikan oleh Kiai Ali Ma'lum, putra Kiai Ambiya dari Kalangbret, Tulungagung. Pembangunan masjid ini bertujuan sebagai pusat dakwah Islam. Sejarahnya diketahui dari Mbah Sholeh, keturunan generasi kelima Kiai Ali Ma'lum.

"Masjid ini diyakini berusia lebih dari 300 tahun, berdasarkan cerita turun-temurun sejak zaman Mbah Sholeh atau era kolonial Belanda," ujar pengurus Masjid Al-Alawi, Samsul Hadi, Selasa (11/3/2025).

ADVERTISEMENT

Samsul mengungkapkan beberapa bagian masjid masih asli dan berusia ratusan tahun. Di antaranya enam dari dua belas pilar kayu jati yang menjadi penyangga utama. Selain itu, ukiran berbentuk sarang tawon di bawah kubah juga masih terjaga keasliannya. "Itu masih asli, hanya dipelitur. Begitu juga bedug dan kentongan," jelasnya.

Menurut Samsul, pendirian Masjid Al-Alawi tidaklah mudah. Kiai Ali Ma'lum mencari lokasi pembangunan dengan mengikuti aroma wangi di sepanjang Sungai Brantas. Konon, saat pembukaan lahan, ada korban yang dimangsa harimau.

"Ketika sampai di sini, tercium bau harum, lalu masjid pun didirikan. Konon, dulu ada korban yang dimakan harimau saat pembukaan lahan," ceritanya.

Nama besar Kiai Ali Ma'lum dan Kiai Ambiya diteruskan oleh Kiai Sholeh, yang kemudian melahirkan banyak ulama besar. Dari sembilan anaknya, lahirlah para pendiri pondok pesantren ternama di Kediri, seperti Pondok Pesantren Lirboyo, Kedunglo, Jampes, dan Batokan.

Hingga kini, Masjid Al-Alawi tetap menjadi tujuan utama bagi keturunan santri dari berbagai pesantren di Indonesia, terutama saat Ramadan. Makam para pendiri masjid, seperti Kiai Ambiya, Kiai Ali Ma'lum, dan Kiai Sholeh, yang terletak tepat di depan masjid, juga kerap dikunjungi para peziarah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT