ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Urai Kemacetan Panjang Gilimanuk, Ini yang Dilakukan ASDP

Senin, 16 Maret 2026 | 07:50 WIB
A
S
Penulis: Antara | Editor: JTO
Foto udara sejumlah kendaraan antre memasuki kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Sabtu 14 Maret 2026.
Foto udara sejumlah kendaraan antre memasuki kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Sabtu 14 Maret 2026. (Antara Foto/Budi Candra Setya)

Banyuwangi, Beritasatu.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai menerapkan pola penuh tiba–bongkar–berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan dan antrean pemudik yang menumpuk di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Sekretaris Perusahaan ASDP Windy Andale mengatakan skema TBB mulai diberlakukan pada Minggu (15/3/2026). Melalui pola ini, kapal yang tiba di Dermaga III Ketapang hanya melakukan proses bongkar muatan tanpa mengambil kendaraan baru dari sisi Banyuwangi.

Menurut Windy, langkah tersebut bertujuan mempercepat perputaran kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk sehingga kapal dapat segera kembali ke Bali untuk menjemput kendaraan yang menunggu antrean.

ADVERTISEMENT

“Dengan pola ini kapal yang tiba hanya bongkar muatan dan langsung kembali, sehingga proses perputaran kapal menjadi lebih cepat,” ujar Windy.

ASDP juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak seperti Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), kepolisian, TNI, serta pemerintah daerah setempat. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan pengaturan lalu lintas di kawasan pelabuhan berjalan lancar.

Selain perubahan pola operasi, ASDP turut menambah jumlah kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Saat ini sebanyak 35 kapal dioperasikan secara bergantian selama 24 jam untuk melayani kendaraan dan penumpang dari Bali menuju Jawa.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan kondisi normal yang hanya mengoperasikan 28 kapal. Dengan tambahan tujuh kapal, kapasitas angkut diharapkan meningkat sehingga proses penyeberangan menjadi lebih cepat dan antrean kendaraan dapat berangsur terurai.

Lonjakan arus kendaraan diperkirakan terjadi karena tingginya mobilitas masyarakat serta kendaraan logistik menjelang penutupan layanan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi pada 18–20 Maret 2026.

ASDP juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama proses pengaturan lalu lintas penyeberangan.

Untuk menunjang operasional, lintasan Ketapang–Gilimanuk saat ini didukung 17 dermaga aktif, terdiri dari sembilan dermaga di Pelabuhan Ketapang dan delapan dermaga di Pelabuhan Gilimanuk.

ASDP juga memfokuskan dermaga landing craft machine (LCM) untuk melayani kendaraan logistik. Skema ini diterapkan agar arus kendaraan besar terpisah dari kendaraan penumpang sekaligus menjaga kelancaran distribusi barang antara Bali dan Jawa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Diskon Tiket Mudik Lebaran 2026 Picu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Diskon Tiket Mudik Lebaran 2026 Picu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

EKONOMI
Puncak Arus Balik 2026, Skema TBB Diterapkan di Pelabuhan Bakauheni

Puncak Arus Balik 2026, Skema TBB Diterapkan di Pelabuhan Bakauheni

NUSANTARA
Hindari Macet Siang, Ribuan Pemudik Motor Padati Ketapang Sabtu Malam

Hindari Macet Siang, Ribuan Pemudik Motor Padati Ketapang Sabtu Malam

JAWA TIMUR
Arus Balik H+7 Lebaran, 1,3 Juta Kendaraan Telah Kembali ke Jakarta

Arus Balik H+7 Lebaran, 1,3 Juta Kendaraan Telah Kembali ke Jakarta

JAWA BARAT
53.185 Pemudik KA Masuk Jakarta Hari Ini, Mayoritas dari Jateng-Jatim

53.185 Pemudik KA Masuk Jakarta Hari Ini, Mayoritas dari Jateng-Jatim

JAKARTA
Nagreg Diguyur Hujan, 55.811 Kendaraan Tetap Terjang Arus Balik

Nagreg Diguyur Hujan, 55.811 Kendaraan Tetap Terjang Arus Balik

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon