Munggahan Mapag, Tradisi Pandeglang Menjelang Ramadan
Senin, 16 Februari 2026 | 11:39 WIB
Pandeglang, Beritasatu.com - Menjelang datangnya Ramadan, masyarakat Kabupaten Pandeglang memiliki tradisi Munggahan Mapag yang hingga kini terus dilestarikan warga Kecamatan Menes. Tradisi ini menjadi momen kebersamaan sekaligus refleksi diri sebelum memasuki puasa.
Suasana hangat penuh kebersamaan tampak di kawasan Alun-Alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. Ribuan warga berkumpul bersama keluarga, tetangga, dan kerabat melaksanakan tradisi Munggahan Mapag, sebuah tradisi tahunan yang digelar menjelang datangnya Ramadan.
Beragam kegiatan dilakukan dalam tradisi ini, mulai dari doa bersama hingga makan bersama atau babacakan. Warga membawa aneka hidangan khas Sunda seperti nasi liwet, lauk pauk tradisional, serta aneka kue rumahan untuk disantap bersama di area alun-alun.
Salah seorang warga Menes, Ida Farida, mengatakan tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarana mempererat tali silaturahmi serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
"Dalam rangka babacakan menyambut bulan suci Ramadan, kami diundang oleh Bapak Camat untuk menghadiri acara ini. Biasanya dilakukan setiap tahun sebelum Ramadan untuk berkumpul dan bersilaturahmi sambil menikmati hidangan bersama," ujarnya kepada wartawan, Minggu (15/2/2026).
Ia menjelaskan, makanan yang dibawa merupakan hasil swadaya masing-masing warga.
Pihak kecamatan hanya mengimbau instansi sekolah maupun pemerintahan untuk membawa bekal dari rumah dan berkumpul mengitari alun-alun guna melaksanakan babacakan secara bersama-sama.
"Kebetulan kalau Pak Camat hanya menghimbau saja untuk para instansi baik sekolah maupun pemerintahan untuk membawa bekalnya masing-masing ke hadapan ke alun-alun untuk mengitari seluruh alun-alun guna untuk apa bersama-sama melaksanakan Babacakan," katanya.
Ida berharap, memasuki Ramadan, masyarakat dapat meningkatkan amal ibadah seperti mengaji dan salat tarawih serta saling memaafkan sebelum menjalankan ibadah puasa.
"Supaya ibadah kita lebih ditingkatkan lagi amal ibadahnya baik mengaji ataupun salat tarawih nya, jangan ditinggalkan, juga kita semua berharap kita bisa saling memaafkan sebelum acara Ramadan dimulai," ucapnya.
Sementara itu, Camat Menes Usep Sudarmana menyebut, tradisi Munggahan Mapag Ramadan tahun ini merupakan pelaksanaan yang keempat kalinya digelar secara terpusat di alun-alun.
"Alhamdulillah, ini tahun keempat kita melaksanakan makan bersama munggahan. Mapag Ramadan artinya kita bergembira menyambut datangnya bulan suci Ramadan," katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut diikuti berbagai lapisan masyarakat, termasuk para pelajar.
Konsepnya pun bersifat gotong royong, di mana sebagian warga membawa makanan sendiri dan sebagian lainnya disediakan panitia.
"Jadi campur aduk semua di sini," ujarnya.
Usep mengajak seluruh masyarakat Menes menyambut Ramadan dengan penuh sukacita agar ibadah puasa yang dijalankan diberikan kelancaran dan kemudahan.
"Yuk kita isi Ramadan dengan kegiatan-kegiatan positif yang menunjang pelaksanaan ibadah puasa kita," jelasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai religius yang kuat, tradisi Munggahan Mapag menjadi cerminan kearifan lokal masyarakat Sunda dalam menyambut datangnya bulan Ramadan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Serangan Drone di Kedubes AS Riyadh, Iran Tuduh Israel
Rusia Buka Peluang Kerja Sama Antariksa dengan ASEAN
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Gelar Gladi Resik Sambut Jenazah Mayor Zulmi di Rumah Duka




