ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Cabai Terbang, Petani di Kuningan Raup Untung 100%

Rabu, 22 Februari 2023 | 23:57 WIB
CK
FH
Penulis: Chandra Kurnia | Editor: FER
Petani cabai di Desa Sembawa, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu, 22 Februari 2023.
Petani cabai di Desa Sembawa, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Rabu, 22 Februari 2023. (B Universe Photo/Chandra Kurnia)

Kuningan, Beritasatu.com - Sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kuningan, Jawa Barat, mengalami kenaikan menjelang bulan ramadan.

Kenaikan harga yang cukup signifikan terjadi pada cabai rawit. Di pasar tradisional, harga cabai rawit berkisar Rp 80.000 per kilogram.

Kenaikan harga cabai rawit tersebut ternyata bukan hanya terjadi di kalangan pedagang, harga cabai sudah naik dari kalangan petani.

ADVERTISEMENT

Seperti di Desa Sembawa, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, harga cabai rawit di petani mengalami kenaikan hingga 100%.

Biasanya para petani di Desa Sembawa, menjual cabai rawit Rp 20.000 perkilogram, namun saat ini mereka menjual Rp 40.000 perkilogram.

Kenaikan harga cabai tersebut sudah terjadi selama sepekan. Kenaikan tersebut dikarenakan faktor cuaca yang membuat gagal panen di kalangan petani.

Salah satu petani cabai, Iriyanto mengaku menjual cabai rawit ke kalangan tengkulak sebesar Rp 40.000 per kilogram (kg).

"Panen kemarin Rp 40.000 per kilogram, biasanya cuma Rp 20.000 sampai Rp 30.000 per kilogram. Kenaikannya kurang lebih 100% dibanding hari biasa," ungkap Irianto, Kamis (23/2/2023).

Iriyanto mengatakan, salah satu faktor penyebab naiknya harga cabai, karena faktor cuaca, sehingga banyak petani yang gagal panen.

"Penyebab naiknya itu, pasokan dari daerah lain kurang, banyak petani yang gagal panen gara-gara faktor cuaca, jadi banyak yang busuk, terus banyak hama juga," tambahnya.

Biasanya, lanjut Irianto, ia bisa memanen cabai rawit dilahan seluas 560 meter hingga 1,5 kuintal, namun saat ini ia hanya bisa memanen 75 kilogram.

"Biasanya setiap 20 hari sekali panennya, kemarin cuma 75 kilogram, biasanya kalau lagi puncak-puncaknya bisa 1,5 kuintal, dilahan 560 meter ini," lanjutnya.

Menjelang Bulan Ramadan, kata Iriyanto harga cabai rawit kembalik naik, namun setelah masuk minggu kedua puasa, harga cabai rawit kembali normal.

"Kemungkinan naik lagi ya tergantung pasar, kalau di pasar banyak yang suplai dari daerah lain, ya kemungkinan bakal anjlok, tapi biasanya dari pengalaman sebelumnya, diminggu kedua puasa harganya stabil lagi," katanya.

Dengan naiknya harga cabai rawit ini, Iriyanto menuturkan, sangat menguntungkan para petani, meski jumlah panen menurun dibandingkan hari biasanya.

"Kalau untuk petani harga segitu sih untung, tapi ya kalau cuaca buruk kaya gini produksi sedikit, tapi harga mahal, kalau lagi bagus, produksi banyak, harga murah," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Lebaran Selesai, Harga Cabai di Kudus Masih Tinggi

Lebaran Selesai, Harga Cabai di Kudus Masih Tinggi

JAWA TENGAH
Makin Pedas setelah Lebaran, Harga Tomat dan Kentang Tembus Rp 35.000

Makin Pedas setelah Lebaran, Harga Tomat dan Kentang Tembus Rp 35.000

JAWA BARAT
Harga Cabai Mulai Turun Seusai Lebaran

Harga Cabai Mulai Turun Seusai Lebaran

EKONOMI
Harga Cabai Tembus Rp 120.000 Per Kg, Warga Cianjur Tetap Belanja

Harga Cabai Tembus Rp 120.000 Per Kg, Warga Cianjur Tetap Belanja

JAWA BARAT
Kementan Gandeng Asosiasi Cabai Stabilkan Harga Jelang Lebaran

Kementan Gandeng Asosiasi Cabai Stabilkan Harga Jelang Lebaran

EKONOMI
Bapanas: Harga Cabai Rawit Akan Turun Pada Minggu Ketiga Puasa

Bapanas: Harga Cabai Rawit Akan Turun Pada Minggu Ketiga Puasa

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon