Gus Choi: PBNU Punya Hak Mengevaluasi PKB
Rabu, 7 Agustus 2024 | 17:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Politikus Partai Nasdem Effendy Choirie atau Gus Choi menyebut bahwa PBNU berhak mengevaluasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menurutnya, sejarah PKB berdiri karena Gus Dur dan PBNU, jadi hak untuk ikut campur dan menata ulang sah saja. Gus Choi sebelumnya pernah menjadi politikus PKB sebelum dipecat pada 2013.
Untuk diketahui PKB dideklarasikan oleh 5 tokoh kiai PBNU, yakni KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur (ketua umum PBNU), KH Ilyas Ruhiat (rais aam PBNU), KH Muchith Muzadi (rais syuriah PBNU), KH Mustofa Bisri (rais syuriah PBNU), dan KH Munasir Ali (rais syuriah PBNU). Kelima tokoh tersebut adalah representasi dari warga Nahdlatul Ulama (NU).
“Punya hak untuk mengoreksi. Bukan ikut campur karena sejarahnya begitu. Punya hak mengevaluasi, koreksi atau menata ulang, di sinilah bedanya Partai Kebangkitan Bangsa dengan partai lain,” ujar Gus Choi di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (7/8/2024)
Alumni aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini menerangkan, bedanya PKB dengan partai politik lainnya adalah pada proses pendiriannya. Menurutnya partai lain visi-misinya disusun sendiri oleh segelintir orang, sedangkan PKB sebaliknya.
Perseteruan antara PKB dengan PBNU makin panas seiring dibentuknya panitia khusus atau pansus Haji DPR. Terjadinya perseteruan ini dimulai Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menuding Pansus Haji yang dibentuk elite PKB di DPR digunakan untuk menyerang PBNU maupun Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
“Jangan-jangan ini masalah pribadi, jangan-jangan gara-gara menterinya adik saya misalnya, ini kan masalah. Jangan-jangan karena dia sebetulnya incar PBNU ketum saya, menterinya adik saya, lalu karena masalah, alasan pribadi begini, nanti dilihat saja kelanjutannya," kata Gus Yahya dalam konferensi pers rapat pleno PBNU di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu (28/7/2024).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




