ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Larang Prabowo Bawa Nadiem ke Kabinet, Jusuf Kalla: Pilih Mendikbudristek yang Paham Pendidikan

Kamis, 10 Oktober 2024 | 14:40 WIB
YP
R
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: RZL
Nadiem Makarim.
Nadiem Makarim. (Antara/Muhammad Adimaja)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menyampaikan pesan kepada presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai pemilihan menteri pendidikan, kebudayaan, dan riset teknologi (mendikbudristek) dalam kabinet pemerintahannya mendatang. Menurut JK, mendikbudristek yang mengisi kabinet Prabowo-Gibran haruslah individu yang benar-benar memahami dan mengerti isu serta urusan pendidikan di Indonesia.

"Yang mengerti pendidikan dengan baik untuk memajukannya, karena untuk memajukan pendidikan, seseorang harus memahami konteksnya," ujar JK di sela-sela acara peluncuran dan bedah di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10/2024).

Dalam sambutannya pada acara peluncuran buku tersebut, JK juga memberikan kritik terhadap sistem pendidikan Merdeka Belajar yang diterapkan oleh Menteri Nadiem Makarim. Menurut JK, sistem Merdeka Belajar tidak dapat diterapkan secara nasional dan hanya dapat diaplikasikan di kalangan terbatas.

ADVERTISEMENT

"Ini semua sistem. Saya percaya Kurikulum Merdeka itu tidak cocok diterapkan secara nasional. Itu hanya bisa dilaksanakan di satu sekolah atau dua sekolah," tegas JK.

JK menekankan sistem reward and punishment masih sangat relevan untuk diterapkan dalam pendidikan di Indonesia, mengingat dunia saat ini sangat kompetitif.

"Dunia ini adalah dunia kompetitif, maka pendidikan harus mulai bersaing. Pendidikan harus menerapkan reward and punishment. Jika hanya memberikan reward, tidak akan pernah ada disiplin. Semua hanya naik kelas," tambah JK.

Sebelumnya, JK juga sempat mengkritik Mendikbudristek Nadiem Makarim dengan menyebut Nadiem sebagai sosok yang tidak memahami dunia pendidikan dan jarang berkunjung ke daerah.

Saat ditanya apakah Nadiem tidak perlu dipilih kembali oleh Prabowo, JK hanya menyebut bahwa orang yang tidak paham pendidikan tidak akan mampu memajukannya.

"Iya, karena bagaimana memajukan jika tidak paham," tutup JK.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Soal Polemik Video Viral JK, Grace Natalie: Pernyataan Saya Normal

Soal Polemik Video Viral JK, Grace Natalie: Pernyataan Saya Normal

NASIONAL
Pakar UI: Sikap Gibran ke JK Tunjukkan Komunikasi Politik Matang

Pakar UI: Sikap Gibran ke JK Tunjukkan Komunikasi Politik Matang

NASIONAL
Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

NASIONAL
Gibran Sebut Jusuf Kalla sebagai Mentor dan Idola

Gibran Sebut Jusuf Kalla sebagai Mentor dan Idola

NASIONAL
Jusuf Kalla Dibela Tokoh Malino, Isu Penistaan Agama Dibantah

Jusuf Kalla Dibela Tokoh Malino, Isu Penistaan Agama Dibantah

NASIONAL
Klarifikasi Ceramah Viral, Jusuf Kalla: Agama Bukan Alat Konflik

Klarifikasi Ceramah Viral, Jusuf Kalla: Agama Bukan Alat Konflik

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon