Profil Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal yang Dipanggil Prabowo ke Kediamannya
Selasa, 15 Oktober 2024 | 13:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Nasaruddin Umar, imam besar Masjid Istiqlal, dipanggil Presiden terpilih Prabowo Subianto di rumahnya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, pada Senin (14/10/2024) malam.
Kunjungan ini bertujuan untuk memenuhi panggilan Prabowo yang meminta Nasaruddin untuk membantu pemerintahan mendatang dan menawarkan posisi sebagai menteri.
Kedatangan Nasaruddin mengejutkan banyak pihak, karena namanya tidak termasuk dalam daftar calon menteri yang diprediksi. Meski demikian, dia menyatakan kesiapan untuk membantu, meskipun posisi menteri yang akan dijabatnya masih belum pasti.
Sebelumnya, Nasaruddin mengungkapkan tidak ada pembicaraan mengenai posisi menteri dengan Prabowo atau orang terdekatnya. Ia hanya mendapatkan kabar tentang undangan tersebut saat waktu magrib.
Lalu, seperti apa sosok Nasaruddin Umar? Berikut ini profilnya.
Profil Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 23 Juni 1959. Saat ini, ia menjabat sebagai imam besar Masjid Istiqlal Jakarta dan sebelumnya merupakan wakil menteri agama dari 2011 hingga 2014. Pada 2014, dia juga dianugerahi Bintang Mahaputra Utama oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sebagai seorang penulis, Nasaruddin telah menerbitkan lebih dari 12 buku, termasuk “Argumentasi Kesetaraan Jender Perspektif Al-Quran”.
Pendidikan Nasaruddin sangat mengesankan. Ia meraih gelar sarjana muda dari IAIN Alauddin Ujung Pandang pada 1980 dan menjadi sarjana teladan pada 1984. Ia menyelesaikan S-2 tanpa tesis di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1992 dan meraih gelar S-3 sebagai alumni terbaik pada 1998.
Selain itu, ia juga mengikuti program doktor di Universitas McGill, Montreal, Kanada (1994) dan Universitas Leiden, Belanda (1995).
Pada 2001, Nasaruddin mendapatkan gelar sarjana tamu di Sophia University, Tokyo, dan di SOAS University of London pada 2002, serta di Georgetown University, Washington DC, pada 2004. Ia diangkat sebagai guru besar bidang tafsir di Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 12 Januari 2002.
Dalam kariernya, Nasaruddin memiliki banyak jabatan struktural dan nonstruktural. Beberapa posisinya yang signifikan antara lain rektor Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an, komisaris PT Semen Indonesia, mustasyar pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU) (2015-2020), dan pengurus MUI DKI Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Sambut 3 Jenazah Prajurit TNI di Bandara Soekarno-Hatta




