Peningkatan Kasus Covid-19 Didominasi Transmisi Lokal
Kamis, 20 Januari 2022 | 21:16 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 di Tanah Air saat ini didominasi oleh transmisi lokal dibanding dengan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).
Wiku menyebutkan, berdasarkan data per tanggal 15 Januari 2022, tercatat ada 63% kasus positif merupakan transmisi lokal. Sementara itu, untuk data PPLN, Wiku menuturkan, menunjukkan peningkatan, tetapi tidak lagi mendominasi sebagai sumber penularan Covid-19.
Menurutnya, antisipasi kenaikan kasus sejak dini menjadi kunci pencegahan penularan secara optimal. "Berbagai upaya untuk menekan semaksimal mungkin kenaikan kasus baik dari transmisi lokal maupun pelaku perjalanan luar negeri untuk mencegah meluapnya transmisi lokal," ujar Wiku pada pada konferensi pers tentang "Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia", Kamis (20/1/2022) malam.
Baca Juga: Update Covid-19: Hari Ini, Kasus Harian Tembus 2.000
Selanjutya, Wiku juga mengimbau masyarakat untuk tetap mempertahankan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes), mematuhi aturan yang berlaku seperti menggunakan aplikasi PeduliLindungi serta memenuhi syarat testing untuk beraktivitas dan melakukan perjalanan.
"Prinsip produktif aman Covid-19 perlu untuk diterapkan di setiap kegiatan sehari-hari," ucap Wiku.
Wiku melanjutkan, untuk mencegah peningkatan kasus positif Covid-19 dari PPLN dengan meningkatkan kapasitas deteksi pada pintu masuk kedatangan serta pengaturan jemaah umrah di tengah keterbatasan kapasitas karantina dari menampung keseluruhan PPLN.
Baca Juga: Dalam 3 Minggu, Kasus Covid-19 Indonesia Meningkat 5 Kali Lipat
Dikatakan Wiku, salah satu peran kunci masyarakat dalam mencegah meluasnya penularan adalah dengan menunda perjalanan luar negeri yang tidak mendesak.
Wiku mengatakan, masyarakat yang terpaksa melakukan perjalanan ke luar negeri wajib melakukan karantina terpusat saat kembali ke Indonesia.
"Ingat memberi ruang bagi virus untuk menular sama dengan memberi kesempatan bagi virus untuk bermutasi menjadi varian baru serta yang terpenting memberi celah untuk penularan semakin meluas sama dengan menempatkan kelompok rentan dalam risiko yang lebih tinggi," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




