ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AS Sudah Kirim 400 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke 112 Negara

Kamis, 27 Januari 2022 | 22:03 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Lebih dari 50 juta dosis yang telah dikirimkan UNICEF ke Bangladesh di bawah fasilitas Covax.
Lebih dari 50 juta dosis yang telah dikirimkan UNICEF ke Bangladesh di bawah fasilitas Covax. (AFP/Mamyrael)

Washington, Beritasatu.com- Amerika Serikat (AS) telah mengirim 400 juta dosis vaksin Covid-19 sebagai bagian dari janji sebelumnya untuk menyumbangkan sekitar 1,2 miliar dosis ke 112 negara berpenghasilan rendah.

Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (27/1/2022), klaim jumlah pengiriman itu disampaikan Gedung Putih. Paket pengiriman terbaru termasuk 3,2 juta dosis vaksin Pfizer Inc dan BioNTech SE ke Bangladesh dan 4,7 juta dosis ke Pakistan.

"Hari ini, kami akan mencapai tonggak penting dalam upaya global kami: 400 juta dosis vaksin dikirim ke 112 negara gratis, tanpa pamrih," kata Koordinator Covid-19 Gedung Putih Jeff Zients kepada wartawan pada briefing.

Pemerintahan Biden sebelumnya telah berjanji untuk menyumbangkan 500 juta dosis tahap kedua untuk program berbagi vaksin global Covax. Sumbangan itu meningkatkan total janji AS menjadi sekitar 1,2 miliar dosis vaksin Covid-19, dengan paket terbaru diperkirakan akan mulai dikirimkan bulan ini.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Covax Mencapai Tonggak Sejarah Satu Miliar Dosis Vaksin Covid-19

Pakar kesehatan global mengatakan setidaknya 5 miliar hingga 6 miliar dosis dibutuhkan oleh negara-negara miskin untuk membantu melindungi rakyatnya dari virus corona di tengah pandemi yang sedang berlangsung.

Secara keseluruhan Covax, yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi, telah mengirimkan lebih dari satu miliar dosis ke 144 negara dan bertujuan untuk mencapai 70 persen cakupan imunisasi Covid-19 pada pertengahan 2022.

Pakar kesehatan telah mengkritik negara-negara kaya karena tidak berbuat cukup untuk membuat vaksin Covid-19 lebih mudah diakses, khususnya Amerika Serikat yang mendorong vaksin penguat untuk orang Amerika yang divaksinasi penuh sementara sebagian besar populasi dunia menunggu dosis pertama.

Baca Juga: Program Covax Kekurangan Dana Rp 74,6 Triliun

Para ahli dan pemimpin dari negara berkembang juga telah memperingatkan bahwa penimbunan vaksin oleh negara-negara kaya dapat menyebabkan munculnya varian virus corona baru.

Pada Rabu, Gedung Putih membela upayanya pengiriman vaksin dengan menyatakan telah mengirimkan lebih banyak dosis gratis daripada negara lain mana pun.

"Tempatkan kepemimpinan Amerika dalam perspektif. Kami telah mengirimkan dosis gratis empat kali lebih banyak ke dunia daripada negara lain mana pun," kata Zients kepada wartawan.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Unggah Peta Venezuela, Trump Masih Ambisius Kuasai Caracas?

Unggah Peta Venezuela, Trump Masih Ambisius Kuasai Caracas?

INTERNASIONAL
AS Siapkan Anggaran US$ 1,5 T untuk Perang Drone pada 2027

AS Siapkan Anggaran US$ 1,5 T untuk Perang Drone pada 2027

INTERNASIONAL
Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Tanda AS Hilang Arah?

Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Tanda AS Hilang Arah?

INTERNASIONAL
Trump Serang Meloni soal Iran, Hubungan AS-Italia Memanas

Trump Serang Meloni soal Iran, Hubungan AS-Italia Memanas

INTERNASIONAL
Oposisi Israel Sebut Gencatan Senjata AS‑Iran sebagai Bencana

Oposisi Israel Sebut Gencatan Senjata AS‑Iran sebagai Bencana

INTERNASIONAL
Matt Turner Kembali, Perebutan Posisi Kiper Utama AS Memanas

Matt Turner Kembali, Perebutan Posisi Kiper Utama AS Memanas

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon